|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Hukum dan Kriminal
|
18 Februari 2008
|
|
Masih Banyak Senpi yang Belum Ditarik
|
Kasus penembakan yang dilakukan salah seorang oknum polisi terhadap istrinya waktu lalu, ternyata belum disikapi secara serius oleh pihak Propam Polda Sulut. Buktinya, meski sudah diinstruksikan oleh Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Yakhobus Jacki Uly, namun hingga kini masih banyak senjata api (senpi) yang belum ditarik oleh Propam Sulut.
Belum diketahui pasti alasan-nya, namun hal ini menjadi ke-khawatiran bagi banyak pihak. Sebab bukan tidak mungkin senpi-senpi personel polisi yang belum ditarik tersebut ada yang bermasalah atau melanggar aturan berlaku.
Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Drs Benny Bella ketika dikonfirmasi wartawan di Ma-polda Sulut pekan lalu, tidak menampik hal tersebut. Ia mengakui kalau sampai saat ini belum seluruh senpi perso-nel ditarik dan diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang pasti masih ada senpi yang belum ditarik. Tapi jum-lahnya belum diketahui secara persis,” ungkapnya.
Ketika ditanya alasan belum dilakukan penarikan, Bella me-ngatakan hal tersebut dikare-nakan banyak personel yang menjalankan tugas di luar Pol-da Sulut.
“Masih banyak personel yang berada di luar daerah untuk menjalankan tugas,” jelasnya.
Diungkap Bella, hingga saat ini tercatat sudah 200-an senpi yang ditertibkan dan disita. Senpi-senpi tersebut tidak ha-nya milik anggota polisi, tetapi juga yang pimpinan sejumlah satuan di lingkup Polda Sulut. Menariknya, dari 200-an yang sudah ditarik, tercatat ada 20-an senpi yang dinilai tidak pro-sedural.
Diketahui, persyaratan untuk menggunakan senpi di anta-ranya minimal harus berpang-kat brigadir satu (briptu), harus atas usulan atasan, harus mengikuti test psiko dan lulus dalam tes menembak.(imo)
|
|