HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Induk

18 Februari 2008

Lintas Berita Minduk

 
Dugaan Selingkuh, Oknum Camat Minta Maaf
Dugaan selingkuh yang dilakoni oknum camat di Minahasa Drs EFR alias Ed, makin menjadi isu hangat yang diperbincangkan warga di Kawangkoan. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Komentar dari warga, sesudah mengetahui dirinya dilaporkan ke polsek, oknum camat tersebut bersama Lurah Kinali Bernard Umbas, Lurah Uner Ronny Palit dan Lurah Sendangan Emiel Lapian, mendatangi saksi korban, Drs JA.
Kedatangan camat tersebut hendak meminta maaf atas ke-khilafan yang selama ini telah dilakukannya bersama Istri, Drs JA, ND alias Nel. Ed mengaku sangat bersalah apalagi setelah diketahuinya rumah tangga pasangan suami istri tersebut sudah di ambang perceraian. “Dengan meminta maaf berarti kan dia mengakui perbuatan yang kepada wartawan dibantahnya habis-habisan,” tukas warga Uner yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan.
Sementara itu saksi korban JA yang dikonfirmasi membenarkan kedatangan dan permintaan maaf Ed tersebut. “Saya sebagai manusia yang juga punya banyak kesalahan dan kekurangan mungkin bisa memaafkan beliau tapi proses hukumnya sudah terus berjalan dan sudah terlambat serta tidak bisa lagi ditarik karena saya sangat menghormati hukum,” ungkap JA kepada Komentar. Soal laporan itu sendiri, katanya silakan ditanyakan langsung ke pihak polsek yang memang berwenang untuk itu.
Secara terpisah Febry Suoth, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Kawangkoan menyatakan karena persoalan tersebut sudah masuk ke area hukum maka serahkan saja kepada aparat untuk kemudian didapatkan benar tidaknya di pengadilan. 
“Kalau memang terbukti benar dugaan tersebut pejabat itu harus dicopot karena mereka panutan masyarakat dan pejabat lain ha-rus jadikan contoh sehingga harus berhati-hati dalam bertindak,” jelasnya arif.(gra)

Disinyalir tak mau jadi bulan-bulanan SVR-JWS 
Sejumlah Pendukung ROR-SOK Pindah ke Mitra
Sejumlah pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten (pem-kab) Minahasa, yang mendu-kung pasangan calon bupati dan wakil bupati atas nama Ir Roy Oktavian Roring – Drs Ste-ven Oktavianus Kandou (ROR-SOK) pada Pilkada Minahasa 18 Desember 2007 silam, nam-paknya mulai tidak betah me-ngabdi di Kabupaten Minahasa. 
Ini karena adanya sinyalemen bahwa pejabat pendukung ROR-SOK akan jadi bulan-bu-lanan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa terpilih, Stefanus Vreeke Runtu-Drs Jantje Wowi-ling Sajow (SVR-JWS).
Dari informasi resmi yang di-peroleh harian ini menyebutkan, para pejabat yang hengkang dari Minahasa tersebut sudah dilantik Penjabat Bupati Mitra, Drs Albert Pontoh, dalam suatu agenda pe-ngambilan sumpah dan pelan-tikan pejabat di Kantor Bupati Mitra, Kamis (14/02) pekan lalu. 
Kabarnya, pejabat pendukung ROR-SOK asal Minahasa yang dilantik Pontoh tersebut ber-jumlah sekitar 10 orang. Belum diketahui persis apa alasan me-reka pindah ke Mitra. Namun me-nurut sumber, hanya ada dua ala-san kuat sehingga ini terjadi. Per-tama karena alasan ingin mem-bangun Mitra sebagai kabupaten baru, kedua karena sudah tidak betah lagi bekerja di bawah ke-pemimpinan SVR-JWS.
Pada bagian lain, Kepala Ba-dan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Minahasa, Drs Yorri Gumansing, ketika dimintakan tanggapan mengatakan bahwa memang ada beberapa PNS yang meminta rekomendasi atau persetujuan dari pemkab untuk pindah tugas di Mitra. Sebab sesuai prosedur, pemerintah daerah asal harus terlibat da-lam proses pindah tugas PNS antar kabupaten/kota. 
Namun Gumansing menampik soal adanya isu bahwa pindah-nya sejumlah pejabat ini karena interest politik atau kepentingan tertentu. “Itu mungkin cuma issue. Karena kalau melihat kondisi, Mitra juga kelihatannya masih butuh pejabat. Selain itu, peluang berkarir di Mitra sangat terbuka,” pungkasnya.(dav)

Walukow Resmi Ganti Manembu
LANGOWAN-Seperti diprediksi sebelumnya, pelaksanaan Musyawarah Kecamatan Luar Biasa (Muscamlub) Partai Golkar (PG) Kecamatan Langowan Barat, Jumat (15/02) pekan lalu, tak berlangsung seru. 
Pasalnya, pertarungan dua calon atas nama Ny Lenda Lumenta dan Herson Walukow SH, sebagaimana yang ditunggu-tunggu kalangan kader PG kecamatan setempat, tidak terjadi.
Pada hari ‘H’ pemilihan yang berlangsung di sekretariat PG Kecamatan Langowan Barat, di Desa Tounelet, nama Ny Lumenta tak lagi masuk dalam daftar nama bakal calon. Satu-satunya calon yang masuk daftar adalah Walukow. Sebagai calon tunggal, Walukow akhirnya dilantik sebagai Ketua PG Langowan Barat 2008-2009, atau untuk sisa masa jabatan yang ditinggalkan David Manembu. Pelantikan itu sendiri dilakukan langsung Ketua DPD II PG Kabupaten Minahasa, Stefanus Vreeke Runtu (SVR). 
Pada bagian lain, Eco, sapaan akrab Walukow, disebut-sebut akan kembali memimpin PG Langowan Barat pada periode 2009-2014. Sebab menurut beberapa pengurus PG setempat, ini sudah menjadi semacam tradisi politik intern PG. “Kecil kemungkinan kalau Eco (Walukow, red) tidak terpilih dalam muscam periode berikut,” ujar seorang pengurus PG Langowan Barat.(dav)

WC Umum Sementara Dibangun
TONDANO-Adanya pemberitaan soal belum didirikannya sarana penunjang WC umum di Minahasa, ditepis Kadis Kimpraswil dan PU, Ir Alex Sembung. Kepada harian ini, Sabtu (16/02), dirinya menegaskan kalau saat ini WC umum sementara dibangun, di mulut masuk wilayah Minahasa, yaitu di Tonsea Lama.
“Sejak tahun 2007 lalu kami telah membangun fasilitas toilet. Dan letak pembangunannya ada di seputaran danau yaitu di daerah Eris, di depan Kantor Camat Tasuka, di Dermaga Katalina, Kecamatan Kakas, dan Tonsaru, di bawah Fesbudaton, dengan fasilitas 1 toilet wanita dan mini shop, agar supaya para guest atau tamu dari luar negeri maupun lokal bisa dapat menggunakan akan fasilitas ini,” kata Sembung. 
Menurut Sembung, di mulut masuk Minahasa yaitu di Tonsea,  saat ini pembangunan toilet umum tak lama lagi selesai.(tr-01) 
 
Tender Proyek 2008 Harus Bersih KKN
TONDANO-Warga Minahasa meminta kepada pihak panitia tender proyek tahun 2008 ini agar menghindari aksi KKN dalam pelaksanaannya. Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya aksi Korupsi, Kolusi, Nepostisme (KKN) ini, sering terjadi.
Demikian diungkapkan Maikel Supit, tokoh masyarakat Minahasa, Sabtu (16/02). “Kami meminta kepada panitia tender mengacu pada mekanisme yang sebenarnya, jangan sampai dimonopoli oleh ke-luarga pejabat yang ada di Minahasa,” ujar Maikel.
Secara terpisah Kadis PU dan Kimpraswil, Ir Alex Sembung ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk tender proyek tahun ini tidak ada yang namanya KKN. “Untuk tahun ini tidak ada KKN. Semua pihak panitia mengacu pada mekanisme yang diatur,” kata birokrat asal Tompaso ini.(tr-01)

Panitia HUT P/KB GMIM 
Siapkan Pengembalian Dana
LANGOWAN-Rapat perdana Panitia HUT Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM ke-46, Minggu (17/02), di kediaman Keluarga Palen-deng-Manaroinsong, di Raranon Koyawas, telah menetapkan beberapa poin kesepakatan untuk sukses hajatan yang bakal digelar Oktober di wilayah Langowan IV tersebut.
Menariknya, Ketua Panitia Pelaksana (OC), Leo Palendeng, mengusulkan pengembalian dana bagi masing-masing peserta yang mengikuti kegiatan. “Ini sebagai bentuk pembinaan bagi setiap PKB jemaat, walaupun pengembaliannya hanya sebatas uang transportasi mereka,” ujar Palendeng didampingi Sekum Panitia, Harny Korompis SE.
Sebelumnya, pelantikan terhadap panitia pelaksana berlangsung dalam suatu rangkaian Ibadah Minggu, yang digelar di Gedung GMIM Nafiri Walewangko, Wilayah Langowan IV. Ibadah ini sendiri dipimpin Sekum BPS GMIM, Pdt Decky Lolowang MTh. Turut hadir, Ketua PKB GMIM, Pnt Ir Roy O Roring, Sekum PKB GMIM Pnt Ir Steva Liouw, dan sejumlah panitia pengarah (SC) dan personel komisi PKB Sinode GMIM lainnya.(dav)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin