HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Manado dan Sekitarnya

18 Februari 2008

Pengalihan Anggaran ke Drainase Bisa Tumpang Tindih


Wacana pengalihan anggar-an pembangunan sarana olahraga di Mapanget terma-suk pacuan kuda ke rehabili-tasi drainase yang dilontarkan kalangan Dewan Kota (Dekot) Manado ditanggapi Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Ir GSV Lumentut MM MSi. 
Dijelaskannya, pengalihan ini dikhawatirkan bisa menim-bulkan tumpang tindih de-ngan perencanaan pembuatan drainase, baik yang telah di-laksanakan pemkot sendiri maupun dari Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulut.
Kepada wartawan akhir pe-kan lalu Lumentut menyata-kan, dalam pembuatan drai-nase Pemkot Manado dan Pemprop Sulut selalu berkoor-dinasi karena dari propinsi pun punya anggaran untuk itu dari pusat. “Kalau dana di-geser berarti akan ada pe-nambahan drainase, kami khawatir masuk di satu wila-yah yang ternyata juga telah dikerjakan propinsi. Usulan ini memang bagus tapi perlu dikoordinasikan lagi dengan instansi lain,” jelasnya. Pem-kot sendiri sesuai Rencana Pembangunan Jangka Mene-ngah Daerah (RPJMD) sudah punya rencana dan target soal pembangunan drainase. 
Apalagi hingga saat ini ter-nyata pembangunan drainase di ‘Kota Tinutuan’ ini, belum punya master plan dan hanya melihat berdasarkan kebutu-han. Master plan itu sendiri di-pandang sangat penting na-mun anggaran pembuatannya sangat besar sehingga jika di-lakukan oleh Pemkot Manado, maka akan menguras anggar-an lain. “Untuk perencanaan-nya saja butuh tenaga konsul-tan expert dan biayanya bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar dan pasti warga akan berte-riak. Jadi kami berharap dari propinsi dengan anggaran pusat,” kata Sekot lagi.
Sementara itu dia juga me-nandaskan pembangunan sa-rana olahraga termasuk pa-cuan kuda di Mapanget, akan tetap dilanjutkan pada tahun 2008 ini sebab berdasarkan keputusan Komisi IV DPR-RI, meski akan dikaji tapi tetap dilakukan kegiatan lanjutan. “Yang direkomendasikan ha-nya tidak ada lagi penebangan pohon kelapa sementara peker-jaan lain sudah harus tetap ber-jalan sesuai yang sudah diren-canakan,” ujar Lumentut.(gra)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin