|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
18 Februari 2008
|
|
Protes pengiriman semen ke luar Bolmong
Oknum Camat Lolak Disinyalir Rampas Kewenangan Disperindag
|
Ketika Manado dan Bitung serta daerah lain di Sulut mengalami krisis kelangkaan semen, stok di Bolmong untuk jenis Tiga Roda justru tetap tersedia. Meski sebelumnya sempat tersendat, namun mulai lancar sejak pekan lalu dan dijual dengan harga Rp 50 ribu per sak.
Ironinya, di tengah lancarnya stok dan distribusi tersebut, ditengarai ada oknum camat yang mencoba bermain de-ngan cara ‘merampas’ kewe-nangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bolmong.
Ini menyusul ulah oknum Camat Lolak, Drs Mursyid Po-tabuga, yang melakukan pe-meriksaan ketat terhadap kontainer-kontainer bermuat-an semen yang baru saja di-bongkar di Pelabuhan Labuang Uki, Kecamatan Lolak. Aksi pemeriksaan yang terkesan ‘merampas’ alias mengambil wewenang Disperindag Bol-mong tersebut, dilakukan setiap ada kapal pengangkut semen yang masuk ke Labuang Uki. Bahkan ada informasi, oknum camat ini mengancam akan mem-police line, gudang semen di Labuang Uki.
Hebohnya, ketika informasi itu dikonfirmasi kepada Pota-buga Jumat (15/02) pekan la-lu, sekitar pukul 10.00 WITA, dengan santai ia mengatakan pemeriksaan semua dokumen tersebut adalah buntut dari keresahan masyarakat setelah Bolmong sempat mengalami kelangkaan semen. Juga di-lakukan untuk mengetahui persis, apakah semen itu tetap didistribusikan di wilayah Bolmong.
“Semen-semen yang masuk di Labuang Uki tidak boleh di bawah ke luar Bolmong. Makanya dokumennya harus diperiksa. Apakah Anda mau, saat kita sedang susah men-dapatkan semen, tiba-tiba stok semen yang masuk lewat Labuang Uki dikirim ke luar daerah,” protes Potabuga.
Tapi tindakan camat itu harusnya dilakukan oleh Dis-perindag? “Tapi Disperindag tidak pernah turun lapangan. Jadi terpaksa saya yang mela-kukannya. Masa semen yang masuk Bolmong mau dikirim sampai ke Amurang dan Manado,” jawab Potabuga, yang sempat menyisakan keheranan.
Pelarangan Potabuga sempat menimbulkan kebingungan sekaligus kekhawatiran. Me-nyusul adanya informasi, bah-wa bila semen di Bolmong tak turut didistribusikan meski pun sedikit saja sampai ke Manado dan Bitung, maka ada ancaman balik bahan-bahan bangunan lain yang masuk via pelabuhan Bitung atau Pela-buhan Manado pun tidak akan didistribusikan ke Bolmong.
Kadis Perindag Bolmong, Ir Racmi Mokoginta, belum dapat dikonfirmasi meskipun dihubungi beberapa kali via telepon, kemarin. Namun be-gitu, informasi yang dirang-kum Komentar, selama Camat Lolak tadi melakukan peme-riksaan dokumen semen yang masuk Labuang Uki, belum pernah menemukan keku-rangan.
Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Bolmong, Maulid Hamim membeber, ketika semen mulai langka di Sulut sejak Novemebr silam, gejolak di Bolmong meskipun tak begitu besar baru terasa akhir Ja-nuari. Tapi hanya terjadi bebe-rapa hari, karena kapal peng-angkut semen sudah sandar di Labuang Uki. Diakui juga, upaya mendatangkan semen di Bolmong via Labuang Uki merupakan keberhasilan Bu-pati, Dra Hj Marlina Moha-Sia-haan pada tahun 2002 silam.
“Saat itu, jembatan Amurang putus, sehingga pasokan se-men dari Bitung tak tembus di Bolmong. Bupati MMS pun mengumpulkan pengusaha, dan meminta agar berani men-datangkan semen via Labuang Uki. Dan lobi itu pun langsung berhasil saat itu juga.
Jadi wajar kalau sampai saat ini semen di Bolmong tetap tersedia dengan harga yang terjangkau, padahal Manado dan Bitung serta daerah lain di Sulut mengalami krisis kelangkaan maupun kema-halan sejak akhir 2007 lalu,” beber Hamim.(tus)
|
|