|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Mimbar dan Keagamaan
|
18 Februari 2008
|
Paskah, Umat Katolik Diingatkan Kejujuran
Paskah adalah puncak pera-yaan iman bahwa Tuhan sungguh sudah bangkit. Arti dan nilai kebangkitan, adalah yang percaya dalam namanya turut dibangkitkan. Bukan hanya secara teori, tapi sung-guh-sungguh dengan catatan perbuatan-perbuataan dan iman harus sejajar, tak boleh bertentangan.
Perkataan dan perbuatan harus sejajar, bukannya bi-lang sayang, tapi membenci. Bukannya berkata terus te-rang, tapi menipu. “Banyak umat yang begitu, bilang cinta Tuhan, tapi suka membenci dan marah pada orang lain ti-dak pada tempatnya. Banyak juga yang memanipulasi agama, dan kebenaran demi ketenaran, agar dipuji dan di-banggakan oleh orang atau umat atau masyarakat,”kata Pastor Fred Tawaluyan, pekan lalu.
Untuk itu, Paskah ingin me-ngingatkan setiap orang Kristiani agar bangkit dari ke-matian dosa dan hidup baru dalam rahmat. Jadi, agar sungguh-sungguh bangkit secara imani, maka orang Kristiani harus sejajar antara pikiran, perkataan, perbua-tan dan iman sesuai dengan ajaran cinta kasih Kristus. Peringatan Paskah diawali de-ngan puasa. Puasa dalam doa dan aksi nyata. Lalu diikuti dengan peringatan-peringa-tan liturgis lainnya. Semua untuk mengenang kembali peristiwa akhir hidup Tuhan Yesus.
Bagi orang Kristen, nilai imannya tak akan berarti apa-apa, tanpa Paskah dan kebangkitan Tuhan. Tanpa Paskah, iman Kristiani sia-sia dan percuma. Itulah sebab-nya, maka Paskah dilihat se-bagai puncak karya penebus-an dan penyelamatan Tuhan kepada manusia.
“Suatu hal yang terlupa, bahwa nilai Paskah ialah, pasrah dan serah diri total pada rencana kehendak Allah. Semua itu diterima dengan rela, bahkan penderitaan dan maut sekalipun demi kesela-matan, dan kebahagiaan umat manusia,” katanya.
Dan sebagai pengikut Kris-tus harus berani mencontohi teladan sang guru, bukan ha-nya bicara saja. Di mana, ma-sa puasa dan pra Paskah ada-lah, kesempatan baik untuk merenungkan mendalami-nya. Di samping itu kita perlu mengimplementasikan berita-berita Firman Tuhan dalam kehi-dupan, baik tengah masyarakat maupun gereja.(aan)
Panitia HUT PKB GMIM Dilantik Sekum BPS
Panitia HUT PKB GMIM ke-26 yang akan dipusatkan ta-hun ini di Langowan, Minggu (17/02) kemarin, dilantik Se-kum BPS GMIM, Pdt Decky Lo-lowang MTh dalam suatu iba-dah di Gereja Jemaat Nafiri Walewangko, Kecamatan La-ngowan Barat. Pelantikan ter-sebut disaksikan Ketua PKB Sinode GMIM, Pnt Ir Royke Roring MSi.
Pdt Decky Lolowang MTh dalam khotbah yang didasar-kan pada pembacaan Alkitab, Matius 10 ayat 34 hingga 11:1, pada intinya menuturkan ten-tang pentingnya persekutuan keluarga. “Bila persekutuan keluarga itu dibangun di atas dasar kasih Kristus, pasti akan tetap bertahan di tengah coba-an dan tantangan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, agar setiap orang Kristen harus sa-ling menghormati dan meng-hargai sesama saudara. Dalam kaitan dengan perayaan HUT PKB GMIM sudah pasti akan berdatangan PKB dari seluruh pelosok wilayah GMIM. “Teri-malah mereka sebagai saudara dan bukan sebagai tamu. Ka-rena kalau kita melihat mereka sebagai saudara, maka kita me-nerima mereka sebagai utusan Kristus,” ujarnya.
Panitia yang dilantik tersebut teridri dari Pantia Pengarah, Pa-ntia Pelaksana yang dilengkapi dengan Seksi-seksi. Pimpinan inti di antaranya Ketua Umum Leo Palandeng SIP, Wakil Ketua-Wakil Ketua: Pnt Drs Jantje Tu-langow, Sj Gerson Wakukow SH, Pnt Pambro Pesak SE, Pnt Drs Topsi Manopo, Pnt Adri Ta-lumewo, Pnt Jance Kalisis SPd, Pnt Benny Toar, dan Pnt Jeffry Th Pay. Sekretris Umum Pnt Harni Korompis dan Bendahara Novi Kaawoan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua PKB Sinode GMIM Pnt Drs HD Wawoeuntu, Ang-gota PKB Sinode Drs Jan Rein Tumilaar MSi, Camat Langowan Barat Ir Lendy Aruperes, dan undangan lainnya.(jef)
Pelayanan Kerja PI Tunanetra
dan Penyandang Cacat Direspons
Tim Kerja Pekabaran Injil (PI) dan Penyandang Cacat Sinode GMIM, Drs Wenny Lucas, me-ngatakan untuk pelayanan ta-hun demi tahun, tim kerja Pe-kabaran Injil dan Penyandang Cacat Sinode GMIM semakin mendapat respons dari berba-gai kalangan.
Di antaranya, dari para bi-rokrat, legislator dan para to-koh gereja, serta mereka yang mengikuti pencalonan pemi-lihan kepada daerah (pilkada). “Di mana, kami dapat beriba-dah bersama dalam rangka Natal Yesus Kristus pada ta-hun 2007 dengan keluarga-keluarga. Di mana, pelayanan ini cukup mendapat respons dan antusias. Sehingga disa-rankan pelayanan bukan ha-nya pada perayaan Natal, tapi juga dalam rangka perayaan hari-hari gereja lainnya,” ujarnya.
Di mana, pelayanan tim ini tidak terlepas dari binaan, dan bimbingan dari Ketua Bi-dang Misi dan Oikumene Si-node GMIM, Pdt R Tamaweol MTh dan Kepala Departemen Misi Sinode GMIM, Pdt Jem-my R Matheos MTh.
“Kepada keluarga yang telah menerima kami untuk beri-badah bersama yang sudah dilaksanakan, kami mengu-capkan terima kasih, Tuhan kiranya menyertai segala tugas dan kerja kita, bahkan kegiatan ini bisa berjalan te-rus atau berlanjut sesuai yang diharapkan” katanya.(aan)
|
|