HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

18 Februari 2008

Mencari Sosok Pemimpin
Nomor Satu di Minahasa Tenggara(5)

Oleh: Ir Jantje G Kindangen MS


Tetapi dalam kondisi seperti itu mau tidak mau harus ter-wujud suatu keputusan, yaitu tidak hanya berdasarkan atas data dan informasi hasil peneli-tian atau dari berbagai sumber data melainkan juga harus ber-dasarkan pada insting dan na-luri. Dapat dibayangkan apa yang terjadi bagi pemimpin yang tergolong belum berpenga-laman. 
Karena itu sangat diperlukan untuk mengangkat seorang pemimpin yang berpegalaman atau berdasarkan senioritas, tentunya dengan mengantongi kemampuan dan kinerja yang baik. Senioritas di sini bukan dilihat dari segi umur, tetapi berdasarkan pengalaman dan profesionalisme dalam bekerja sehari-hari serta bukti hasil karyanya kepada masyarakat (meskipun hanya sedikit saja, namun sudah bisa ditebak ba-kal kepemimpin sang calon pe-mimpin akan seperti apa)
Keempat, memiliki kewibawa-an. Keberhasilan seorang dalam melaksanakan kepemimpinan tidak saja hanya ditentukan oleh kemampuan, kekuasaan dan pengalaman saja , tetapi ju-ga sangat ditentukan oleh be-sar kecilnya dukungan dari se-luruh bawahan/anggota dari suatu organisasi. Kalau sebagai pemimpin daerah, selain duku-ngan dari seluruh aparat, juga dukungan dari seluruh rakyat. 
Karena itu sikap dan perilaku seorang pemimpin akan men-jadi pola anutan dan acuan ba-gi yang dipimpin, apabila sikap dan perilaku seorang pemimpin dinilai oleh anggotanya terjadi banyak penyimpangan seperti : Selalu datang terlambat, tidak transparan, angkuh, berlaku tidak adil, pilih kasih, ada ke-cenderungan menghambat ka-rir bawahan, banyak mengam-bil bukan haknya, dan lain-lain, maka dengan sendirinya bawa-hannya akan terakumulasi tanggapan yang negatif terha-dap sang pemimpin, bahkan berpeluang terjadinya suatu ke-kuatan bawahan untuk mela-kukan demonstrasi sekalian mendesak untuk mengganti sang pemimpin.
Seorang pemimpin yang me-miliki keempat kriteria di atas memungkinkan organisasi yang dipimpin akan berkembang de-ngan leluasa hingga mencapai tingkat pertumbuhan dan men-capai kematangan organisasi di mana selain tingkat kesejah-teraan secara nyata dari anggo-ta dapat dicapai, juga kondisi ini akan berimpak kepada se-luruh klien bahkan seluruh ma-syarakat penghuni kawasan ini bahkan masyarakat yang ada di Sulawesi Utara. 
Pada akhirnya selain tingkat kesejahteraan masyarakat da-pat dicapai, juga berimbas pada peningkatan kesejahteraan se-luruh aparat yang dipimpinnya.
SEORANG PEMIMPIN HARUS MEMPUNYAI KEMAMPUAN ENTERPRENEURSHIP
Pemahaman secara umum tentang wirausahawan (entre-preneur) selama ini adalah pria atau wanita yang menjalankan bisnis, namun pengertian yang sebenarnya dari kata wira-usahawan adalah jauh lebih lu-as. Kata wirausahawan dicipta-kan oleh ahli ekonomi berke-bangsaan Prancis, yaitu JB Say sekitar tahun 1800. Wirausa-hawan menurut Say adalah “Memindahkan berbagai sum-ber ekonomi dari suatu wilayah dengan produktivitas rendah ke wilayah dengan produktivi-tas lebih tinggi dan hasil yang lebih besar”.
Dengan kata lain seorang wi-rausahawan menggunakan sumberdaya dengan cara baru untuk memaksimalkan pro-duktivitas dan efektivitas. 
Dengan demikian dari definisi yang dikemukakan Say berlaku juga bagi sektor swasta, peme-rintah, sukarelawan, atau sek-tor ketiga. Peter Drucker me-nyatakan bahwa hampir setiap orang bisa menjadi wirausaha-wan, asalkan organisasinya di-susun untuk mendorong kewi-rausahaan. Sebaliknya, setiap wirausahawan bisa berubah menjadi birokrat, andaikan organisasinya disusun untuk mendorong perilaku birokratis. 
Katanya orang yang paling berjiwa wirausaha dan inovatif akan berperilaku seperti biro-krat yang menggunakan waktu paling buruk atau politisi yang haus kekuasaan enam bulan setelah mengambil alih manaje-men suatu lembaga pelayanan masyarakat, terutama jika lem-baga itu lembaga pemerintah.
Kriteria seorang yang menjadi wirausahawan adalah mereka yang mempunyai sifat sebagai ‘pendekar kemajuan’, cendekia yang mau membaca dan belajar sendiri. Bahwa yang dimaksud dengan cendekia di sini bukan-lah semata-mata yang mempu-nyai gelar sarjana S1, S2, dan seterusnya, hal yang penting untuk dipahami bahwa pendi-dikan yang tertinggi adalah se-sorang yang mau dan terus be-lajar sendiri. 
Dengan demikian menjadi seorang pemimpin yang lebih sukses apabila telah memiliki pengetahuan bahkan perilaku kewirausahawan.(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin