HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

18 Februari 2008

Layani Masyarakat Miskin


PERTUMBUHAN ekonomi Sulut dilaporkan mengalami kenaikan. Data di Kantor Biro Pusat Statistik (BPS) Sulut, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) triwulan IV tahun 2007 terjadi kenaikan sebesar 16,51 persen, dibanding triwulan III tahun 2007. Sedangkan dibanding triwulan yang sama di tahun 2006, juga mengalami pertumbuhan 7,21 persen. 
Sementara untuk perhitungan kumulatif pertumbuhan ekonomi sela-ma tahun 2007 dibanding tahun 2006, meningkat sebesar 6,42 per-sen. ‘’Peningkatan tersebut terjadi pada semua sektor ekonomi,” be-gitu pendapat Kepala Kantor BPS Sulut, Drs Djasa Bangun MSi. Data di atas memang menggembirakan. Tapi pemerintah setidaknya dituntut harus melihat ke bawah. Dalam arti di Indonesia khususnya di Sulut masih banyak masyarakat miskin.
Dalam sebuah bangsa yang masyarakatnya masih banyak yang mis-kin, adanya kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat miskin, seperti program Askeskin ini sangat diperlukan. Sebagaimana ke-butuhan dasar masyarakat, bidang pendidikan, kesehatan dan per-tanian adalah dimensi yang layak diutamakan. Hal itu jelas, sebab bersentuhan langsung dengan pemenuhan hajat hidup orang banyak. Kesehatan masyarakat juga merupakan fondasi bangsa. Namun, yang kemudian menjadi persoalan adalah sejauh mana komitmen peme-rintah untuk secara kontiniu menjalankan program ini. Totalitas amat diperlukan, jangan setengah-setengah. 
Jika kemudian muncul persoalan, masih banyak warga miskin yang tidak terdata memperoleh Askeskin, tentunya sangat disayangkan.
Pemerintah perlu mengevaluasi secara kritis terkait dengan pelaksa-naan di lapangan. Sebab, jika kondisinya seperti ini, penerapan program ini sedang menuju titik kritis. Banyaknya kendala di lapangan membuat masyarakat miskin tidak mendapatkan pelayanan yang prima. Misalnya keterlambatan pembayaran klaim obat dan pelayanan Askeskin lainnya di rumah sakit. Artinya, terdapat sejumlah kejanggalan dalam penerap-an program yang sesungguhnya diperuntukkan menolang rakyat mis-kin. Dengan demikian, tujuan mulia program Askeskin jelas akan sulit tercapai. Masyarakat miskin yang dalam ketidakberdayaannya justru diperlakukan tidak adil. Mereka selama ini terbuai dengan slogan peme-rintah untuk memperhatikan nasibnya, tetapi, lagi-lagi harus gigit jari.
Ke depan, pelayanan kesehatan masyarakat harus diperbaiki, jangan sampai ada diskriminasi. Bukankah masyarakat miskin harus kita to-long? Bukankah mereka juga memiliki hak untuk menikmati pelayanan kesehatan? Dilihat dari kepentingan bisnis, melayani masyarakat miskin memang tidaklah membawa untung.
Akan tetapi, ketika Negara telah menegaskan aturan dasarnya untuk membumi rasa keadilan bagi seluruh rakyat, maka keadilan dalam pelayanan kesehatan merupakan satu tuntutan yang tak boleh di-kesampingkan. Rakyat miskin harus dilayani. Mereka harus ikut me-nikmati haknya sebagai warga negara.(*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin