|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
19 Februari 2008
|
|
Calciopoli dan Pilwako KK(2)
|
TRIO Beringin. Begitu sebutan untuk tiga figur andal Partai Golkar dari Tanah Totabuan, Dra Hj Marlina Moha-Siahaan, Drs Syachrial K Damopolii MBA dan Drs Hi Djelantik Mokodompit.
Di Pilkada 2006 ketika rakyat di-beri kuasa untuk memilih, strategi mirip Pilkada 2001 ditengara kem-bali mewarnai panggung politik Beringin, seakan ingin menguji lagi kebesaran PG versus gabu-ngan parpol. Apik dan elegan, karena Antik kembali menguasai rival Beringin, lalu Lina yang di-dukung sepenuhnya Yal, tetap di-usung Golkar. Sehingga dari awal pilkada sebenarnya sudah ter-baca siapa yang menjadi pe-menang. Pasti Lina juga.
Seperti biasa, hasilnya tak dapat diterima semua pendukung. Tak heran kalau terjadi lagi gesekan serius antarkubu pendukung Lina dan Antik. Namun tak banyak yang tahu, dua figur yang baru berjibaku, mungkin sedang me-rayaan kemenangan atas keber-hasilan strateginya di suatu tem-pat. Simpulnya, ada kesan skor dalam setiap jibaku politik sudah diatur terlebih dahulu.
Sekarang, menjelang Pilwako KK, Lina menggantikan posisi Yal sebagai Nona Manis. Lalu Yal dan Antik turun gunung. Menariknya, trend di dua Pilkada sebelumnya mulai terbaca, untuk terulang kembali di Pilwako KK 2008. Lagi-lagi Beringn diperhadapkan dengan lawan dari gabungan ba-nyak parpol. Naga-naganya, ga-bungan parpol ini bakal mengu-sung juga kader Beringin, entah Yal atau Antik.
Sayangnya, sebagai konse-kuensinya, rakyat yang tak tahu banyak tentang politik, justru memberikan dukungan secara mi-litan nan fanatik. Bahkan terkesan seperti menuhankan figur yang didukungnya. Tak perduli dia sa-nak famili, tak peduli dia adik atau kakak, tak peduli dia sahabat ka-rib, tapi kalau berbeda dukungan harus jadi musuh.(bersambung)
|
|