HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Pendidikan dan Budaya

19 Februari 2008

Lintas Berita Pendidikan

 
Fekon Unika De La Salle Manado Ikuti NAW
Fakultas Ekonomi (Fekon) Program Studi (PS) Akuntansi, Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado terpilih untuk mengikuti National Accounting Week (NAW) 18-21 Februari 2008 di Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi Unika De La Salle, Franki M Paath SEAk MM, pihaknya mengirimkan satu tim yang terdiri dari tiga orang maha-siswa.
“Tim terdiri dari Stevany Ibrahim, Jenny Wangso, dan Jessica Limboto, serta dosen pendamping, Octavianus MT Muaja SE. Mahasiswi tersebut sudah siap untuk mengikuti kegiatan ini karena sudah dilatih dengan baik khusus-nya di bidang akuntansi ke-uangan, sistem informasi akuntansi, perpajakan, dan akuntansi pemerintahan,” jelasnya Senin (18/02).
Ditambahkannya kegiatan ini dirancang untuk memberi-kan wawasan tambahan bagi para mahasiswa akuntansi Indonesia tentang current issues dan profesionalisme dalam dunia akuntansi.(vic) 

Kemelut UKIT Mendapat
Pencerahan Seorang Hakim Agung 
Kemelut Universitas Kristen Tomohon (UKIT) kembali men-dapat pencerahan.Ketika pim-pinan Rektorat, Dekan dan DEM se-UKIT YPTK berau-diensi dengan seorang Hakim Agung, DR HD Panggabean SH MH, di sela-sela kesibuk-annya di Jakarta, maka tabir kebenaran pun dapat mere-kah. Panggabean menyampai-kan bahwa pendirian yayas-an-yayasan di GMIM salah kaprah.
“Beliau menjelaskan, bahwa pendirian yayasan-yayasan tersebut tidak sesuai dengan UU Yayasan Nomor 28 Tahun 2004 sehingga keabsahannya tidak jelas,” demikian press release yang disampaikan UKIT YPTK kepada harian ini, Senin (18/02). 
“Saya sangat tahu masalah tentang polemik pendirian ya-yasan GMIM. Yayasan GMIM sekarang ini (Yayasan Ds AZR Wenas), tidak cocok jika berdiri satu atap. Ini sangat jelas melawan hukum,” tutur Panggabean sebagaimana di-kutip pimpinan Rektorat UKIT yang dipimpin Pdt Dr RAD Siwu MA PhD.
Persoalan akan lebih rumit lagi jika GMIM memaksakan lembaga pendidikan yaitu UKIT dikelola oleh satu ya-yasan tetapi harus berdiri da-lam satu atap dengan yayas-an yang lain. Maka itu akan terkesan GMIM mengeksploi-tasi ranah pendidikan sebagai tempat berbisnis atau ladang usaha. Akan lebih arif jika ya-yasan pendidikan dalam hal ini yang mengelola UKIT dapat bergerak secara independen atau tidak berafiliasi. 
Berhubungan dengan per-gumulan UKIT terkini, pasca beredarnya selebaran Kep-mendiknas 220 tentang alih kelola UKIT dari YPTK ke YAZR Wenas, ia menegaskan bahwa Kepmendiknas 220 tersebut tidak prosedural secara yuri-dis. Artinya, tentang alih kelola Yayasan harus disahkan lewat koridor Departemen Hukum dan HAM RI dan bukan me-lalui Departemen Pendidikan Nasional RI.
“Mendiknas tidak berhak campur tangan dengan masalah alih kelola yayasan. Masalah yayasan adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Menhukham. Ini jelas salah tempat prosesnya,” tegas pakar hukum berdarah Batak, yang pernah menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Manado.(jef/*)

12 Siswa SMK Prakerin di Malaysia
Manado-12 siswa dilepas oleh Wagub Sulut, Fredy Sualang untuk mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Malaysia. Ke 12 siswa tersebut masing-masing, Siuly Manopo, Gladys Tumilaar, Irina Bukanaung, Richard Baramuli, Heyder Paulina, Micky Pianaung, Nadia Saryah dari SMKN 3 Manado, Inderawati, Giovani Karamoy, Feibe Mello dari SMK Katolik Santa Familia Tomohon dan Marischya Panese, Bernadetha Tangka dari SMK Klabat Airmadidi. Mereka akan mengikuti Prakerin di Hotel Park Royal selama enam bulan sejak hari ini, Selasa (19/02), Namun sebelumnya ke 12 siswa tersebut terpilih melalui tahap seleksi Bahasa Inggris dan tes kompetensi.(tr-04)

Judisty Jessica Kaumbang
Tak Pernah Lepas dari Buku 
PENDIAM dan selalu memperhatikan setiap pelajaran diberikan oleh guru menjadi ciri khas dari Judisty Jessica Kaumbang. Tak heran, anak tunggal pasangan Jemmy Kaumbang dan Vera Makausi, selalu berhasil meraih juara setiap ujian semester. Pelajar kelas II di SMP Santo Hubertus, Disty begitu biasa dipanggil selalu meraih rangking satu dan dua.
Menurut Disty, kunci utamanya hanya rajin belajar. “Setiap hari saya harus me-nyisihkan waktu untuk belajar yaitu dengan cara mengulangi apa yang didapat di sekolah saat di rumah saat pelajari lagi,” aku Disty sambil tersenyum. 
Memang belajar merupakan hal terpenting dan tak bisa lepas dari Disty. Apalagi saat menghadapi ujian semesteran, bahkan hanya jalan saja ke rumah saudara karena ada keperluan, Disty tak pernah lupa untuk membawa buku. Ingin menjadi accounting, Disty telah menetapkan rencana melanjutkan ke perguruan tinggi apabila lulus SMA nanti. 
“Meskipun masih jauh, tapi saya sudah harus merencanakan segala sesuatu terkait masa depan saya. Ya, karena saya ingin menjadi accounting nanti, maka saya berencana kalau lulus SMA nanti, saya ingin melajutkan ke Fakultas Ekonomi,” tukas Disty mantap. Sementara itu, selain kegiatan reguler yang diikuti, ke-giatan ekstrakurikuler seperti halnya dengan Pramuka juga men-jadi bagian dari Disty. Bahkan baru-baru ini, Disty mengikuti per-kemahan di Tompaso, yang digelar oleh Keuskupan Manado.(angky) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin