|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Ekonomi dan Bisnis
|
19 Februari 2008
|
PT Pertamina wilayah pema-saran VII Manado kembali me-lakukan penyesuaian harga jual BBM Industri pada bulan Febru-ari 2008. Penyesuaian ini untuk yang kali kedua setelah sebe-lumnya dilakukan pada tanggal 1 Februari lalu.
Rata-rata harga BBM Industri atau keekonomian turun sekitar 1 (satu) hingga 2 (dua) persen lebih. Penurunan harga akibat terjadinya perubahan harga minyak dunia di pasar Singapu-ra atau Mild Oil Plants Singapore (MOPS).
Demikian dikatakan Kepala pemasaran PT Pertamina (Per-sero) wilayah pemasaran Sulut, Asep Wicaksono melalui Ass Layanan Jual, Meiske E Kalangi, Senin (18/02) di kantornya.
Menurut Kalangi, fluktuasi harga patokan minyak di Singa-pura dalam periode 30 hari ter-akhir ini mengalami penurunan sekitar 1,08 persen hingga 2,54 persen. “Jadi harganya disesu-aikan saja. Jika harga di Singa-pura naik, maka BBM industri ikut naik. Begitu sebaliknya, bila turun, maka BBM industri turun juga,” tukasnya.
Dijelaskan Kalangi, untuk Premium yang per 1 Februari ditetapkan Rp 6.760.580 per liter turun jadi Rp 6.687,808 per liter atau turun 1,08 persen. Kemu-dian untuk Solar turun sekitar 2,54 persen dari Rp 7.368,534 per liter menjadi Rp 7.181,387 per liter .
Sedangkan untuk minyak tanah juga mengalami penuru-nan sekitar 2,26 persen dari Rp 7.332,157 menjadi Rp 7.166,297 per liter.
Kalangi menambahkan, kebi-jakan penyesuaian harga yang dilakukan tiap dua pekan sekali tersebut, bertujuan untuk meng-antisipasi fluktuasi harga mi-nyak dunia yang cenderung ce-pat naik. “Periode penyesuaian harga BBM diperpendek men-jadi tiap dua pekan sekali dari yang biasanya satu bulan se-kali. Ini sengaja dilakukan oleh Pertamina untuk mengan-tisipasi fluktuasi harga minyak dunia yang cenderung cepat naik,” pungkas Kalangi kepada wartawan.(wel)
|
|