|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
19 Februari 2008
|
|
RI Belum Akui Kemerdekaan Kosovo
|
Sejak 17 Februari, bangsa dari etnik Albania di Kosovo telah mendeklarasikan ke-merdekaannya, lepas dari Serbia. Deklarasi itu dibaca-kan Perdana Menteri Hashim Thaci. Ia menyebut Kosovo sebagai negara demokratis, berkuasa penuh dan inde-penden. Namun Pemerintah Indonesia belum bisa meng-akui pernyataan sepihak Kosovo yang dideklarasikan tersebut.
“Pemerintah RI akan meng-ikuti dari dekat perkemba-ngan di Kosovo dan belum berada pada posisi untuk memberikan pengakuan atas pernyataan kemerdekaan secara sepihak oleh Kosovo tersebut,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Kris-tiarto Legowo, di kantornya, Senin (18/02).
Menurut dia, pemerintah In-donesia berharap agar per-soalan yang dihadapi Serbia dengan masyarakat Kosovo bisa diselesaikan dengan cara damai lewat dialog dan ne-gosiasi. “Pemerintah berharap pernyataan kemerdekaan itu tidak menimbulkan ketega-ngan dan konflik terbuka, khu-susnya dengan Serbia, apa-lagi mengingat telah banyak jatuh korban selama ini di wilayah Balkan,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, meng-hormati sepenuhnya prinsip kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah setiap negara anggota PBB, yang merupakan prinsip yang dikandung dalam Piagam PBB dan Hukum Internasional. “Ini sebagai prinsip penting yang harus dijunjung tinggi oleh negara-negara, utama-nya negara-negara berkem-bang yang masih menghadapi tantangan nation building mereka,” ujarnya.
Indonesia, kata Kristiarto, menyesalkan telah terjadinya kegagalan dalam upaya me-nyelesaikan masalah Kosovo melalui dialog dan negosiasi tersebut. “Pada akhirnya telah mendorong pernyataan ke-merdekaan secara sepihak oleh Kosovo,” ujarnya. Kalau RI belum akui, malah Aus-tralia menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Kosovo dan akan memberi pengakuan diplomatik sese-gera memungkinkan.
“Setelah sejarah tragis Koso-vo kita harus menjamin masa depan penduduk negeri itu. Pengakuan atas kemerdekaan Kosovo dalam hal ini meru-pakan langkah tepat,” ungkap Perdana Menteri Kevin Rudd kemarin. PM Kosovo, Hashim Thaci mengatakan dalam si-dang kabinet pertama kema-rin, bahwa Kosovo sewaktu-waktu bisa mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara-negara Barat. “Presi-den dan saya telah me-ngirimkan permohonan pe-ngakuan ke negara-negara di seluruh dunia,” kata Thaci.(ap/tim)
|
|