|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Induk
|
19 Februari 2008
|
Kemungkinan ada tersangka lain
Polres Terus Kembangkan Penyidikkan Dugaan Kasus Dana Bantuan Bencana
Pengusutan dugaan penyimpangan dana bantuan sosial tahun 2007, terus dikembangkan oleh tim penyidik Polres Minahasa. Bahkan, saat ini salah seorang tersangka dalam kasus ini telah dipanggil oleh penyidik untuk dilakukan pemeriksaan.
Hal ini dibenarkan Kapolres Minahasa Drs Kliment Dwikorjano MSi, melalui Kasat Reskrim Minahasa AKP Rustanto, ketika dikonfirmasi harian ini, pekan lalu. “Saat ini salah satu tersangka telah kami panggil untuk diperiksa. Dan initinya pada tahun ini kami tidak akan pandang bulu dalam mengungkap setiap kasus yang ada di Minahasa,” kata Rustanto.
Menurut Rustanto, pengusutan kasus bantuan bencana ini masih akan dikembangkan lagi, karena kemungkinan bukan hanya satu orang tersangka saja yang terlibat. Seperti diketahui, dana bantuan bencana untuk wilayah Minahasa per keluarganya mendapat Rp 10 juta. Namun, dari penyidikkan ternyata ditemukan penyimpangan. Kerugian negera dari kasus ini berkisar ratusan juta rupiah (tr-01)
Soal aspirasi warga Tompaso
Pandeiroth : Langowan Pasti Mendukung
Wacana penggabungan sebagian wilayah Tompaso ke Kota Langowan, seperti yang digaungkan sejumlah tokoh muda Tompaso, langsung mendapat respon positif dari sejumlah kalangan warga Langowan.
Salah satu generasi muda Langowan, Michael Pandeiroth, menandaskan bahwa aspirasi ini patut dihargai masyarakat Langowan. “Ini merupakan suatu bentuk kepercayaan dari masyarakat Tompaso. Jadi kita sebagai warga Langowan harus membalasnya dengan memberi apreseasi khusus terhadap aspirasi mereka. Dan saya kira, aspirasi warga Tompaso ini akan mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat Langowan,” tandasnya.
Memang menurut Ketua GAMKI Kecamatan Langowan Timur ini, sebagian wilayah Tompaso bahkan Tompaso secara keseluruhan, layak bergabung dengan Kota Langowan. Sebab jika ditinjau dari berbagai aspek, seperti letak geografis, kultur budaya dan aspek lainnya, Tompaso seakan punya hubungan emosional dengan Langowan.
“Mudah-mudahan saja aspirasi ini ada tindak lanjutnya, bukan hanya sekedar wacana belaka,” pungkas Direktur Jaringan Pendidikan Politik Minahasa itu.(dav)
|
|