|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
19 Februari 2008
|
|
Stok aman, harga Rp 50 ribu per sak
Kelangkaan Semen Karena Pengapalan Terhambat Cuaca
|
Hearing Komisi II Dekab Bolmong yang dipimpin Yani Tuuk, Senin (18/02), akhirnya menjawab kelangkaan dan ke-mahalan harga semen yang sempat dirasakan masyarakat Bolmong ternyata lantaran kondisi cuaca yang tak menentu, hingga pengapalan sering tertunda.
Selain itu, kelangkaan dise-babkan juga oleh kerusakan mesin pengepakan semen jenis Tonasa, sehingga yang beredar hanya jenis Tiga Roda saja. Praktis, belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, sebagai-mana disampaikan Syahbandar Labuang Uki, Johan Denna dalam hearing tersebut, kendala yang dihadapai semen distri-butior Semen Tonasa sudah ter-atasi. Menyusul mulai dilaku-kannya pembongkaran pulu-han ribu sak di pelabuhan, se-jak Rabu pagi kemarin. Di-tambah lagi stok Tiga Roda yang kapalnya akan segera tiba, ma-ka dipastikan stok semen untuk Bolmong akan tetap aman.
Dengan kondisi tersebut, harga semen di pasaran kini mulai membaik, yakni di kisar-an Rp 50 ribuan per sak. Bah-kan menurut sub distributor Tiga Roda di Bolmong, Alwin Tjie, kalau diambil langsung di pelabuhan, harganya hanya Rp 42.500 per sak. Sementara mengenai dugaan penimbunan semen oleh pengusaha, tidak terbukti sama sekali. Itu setelah disinkronkan data dari syah-bandar tentang jumlah semen yang masuk setiap kapal san-dar, dengan jumlah yang didis-tribusikan kepada masyarakat.
Persoalan kelangkaan terja-wab, Tuuk juga mempertanya-kan mengapa harga semen jadi tidak menentu, dan terkesan gampang dimainkan. Semisal di Dumoga, beber dia, dua pekan lalu harga semen sempat me-nyentuh Rp 75 ribu per sak. Tuuk pun meminta Disperindag menetapkan standar harga semen. Dan mempertimbang-kan sanksi kepada pengusaha atau toko yang seenaknya mem-permainkan harga semen.
Menanggapi itu, Kadis Perin-dag Ir Rachmi Mokoginta lewat stafnya GD Tanor menjelaskan, kesepakatan harga semen se-benarnya sudah ditetapkan oleh Disperindag Sulut. Tapi hanya mulai dari Bitung sampai Amu-rang terkait biaya angkutan. Na-mun untuk Bolmong, harganya masih di bawah, karena peng-angkutan hanya dari Labuang Uki, seperti di kisaran Rp 50 ribu per sak. Sehingga bila dite-mukan ada penjual yang mem-permainkan harga melebihi batas normal, Disperindag tidak akan segan mencabut izin dari toko yang bersangkutan.
Soal pendataan kebutuhan semen di Bolmong, Mokoginta menjelaskan sulit untuk meng-estimasi kebutuhan semen per tahun. Hearing dihadiri Asisten II Ir Hi Dul Mokodompit MM, Kabag Ekonomi Drs Lendy Manoppo, pejabat terkait seperti Drs Faisal Sugeha dan Camat Lolak Drs Mursyid Potabuga.
Yang menarik, sempat ter-ungkap kekesalan dari Alwin Tjie yang telah berhasil melobi untuk mendatangkan semen Tiga Roda via Pelabuhan La-buang Uki. Ia mengaku sempat berkecil hati, ketika upayanya banyak diintervensi Camat Lolak. Bahkan Camat Lolak per-nah mengancam akan mem-po-lice line gudang di pelabuhan. Menyikapi itu, camat mengaku tidak pernah bermaksud meng-halangi, namun tak pernah bisa berkoordinasi dengan Alwin. Asisten II lalu menengahi dan memberi dukungan terhadap pengusaha yang mendatangkan semen lewat pelabuhan La-buang Uki. Namun diingatkan, agar tetap mengurus izin dan berkoordinasi dengan camat setempat.(tus)
|
|