|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
19 Februari 2008
|
|
Eksekutif Minim Respons Agenda Pilkada
|
Lambannya kinerja Pemkab Mitra dalam mendukung pelaksanaan pilkada tepat waktu sebagaimana diharapkan undang-undang, terus menjadi sorotan warga di kabupaten yang baru dimekarkan tersebut. Buktinya, desakan KPUD Minsel yang meminta alokasi anggaran pelaksanaan pil-kada tak kunjung direspons Pemkab Mitra.
Tak heran bila kemudian muncul pandangan minor atas kinerja Pemkab Mitra, yang oleh banyak kalangan di wilayah ter-sebut menilai eksekutif kurang serius menyambut agenda pil-kada sesuai jadwal yakni tanggal 23 Mei mendatang. Aki-batnya, dipastikan jadwal ter-sebut bakal tertunda.
“Eksekutif nampaknya tidak menunjukkan keseriusan men-dukung terlaksananya pilkada tepat waktu. Saya menduga, top eksekutif sengaja mengulur waktu guna satu tujuan yang sejauh ini belum jelas. Bila ter-tunda, dipastikan ada skenario Pilkada Mitra digelar 2009 sesudah Pemilu Presiden RI,” sebut Alex Goni, warga Ratato-tok.
Bupati Mitra, Drs Albert Pontoh MM dalam beberapa kesempatan ketika dimintai tanggapan terkait pelaksana-an pilkada mengatakan, jad-wal pilkada belum pasti na-mun tetap digelar 2008 ini. Sama halnya dengan pernya-taan Ketua DPRD Mitra, An-dris Palar Manopo SE, bahwa pilkada tak akan lewat tahun 2008 ini. “Kami masih me-nunggu petunjuk KPU Pusat,” tandasnya ketika dihubungi kemarin.
Disinggung soal lambatnya serta kurangnya motivasi DPRD dalam menyuseskan pilkada, Manoppo mengata-kan bahwa timnya beberapa waktu lalu sempat membica-rakan hal tersebut di Suraba-ya dengan sejumlah stake- holder terkait. Namun soal kapan pastinya belum dapat dipastikan,” tandas mantan pengurus Puskud Sulut ini.(dax)
|
|