|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
19 Februari 2008
|
Fogging atau penyemprotan untuk memberantas sarang nyamuk penyebab DBD yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kota To-mohon, terus mendapat sorotan dari kalangan warga. Pasalnya, tindakan fogging yang dilaku-kan tidak secara merata dan terkesan hanya pilih kasih. “Se-harusnya instansi terkait mela-kukan fogging secara merata. Dalam arti kata begini, jika da-lam satu kelurahan ada warga yang positif terkena penyakit DBD maka kelurahan tersebut harus secara menyeluruh di fogging. Hal ini dilakukan agar supaya jentik-jentik nyamuk sudah tak ada lagi,” sorot Fecky Polii, tokoh masyarakat Kelu-rahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.
“Kenyataannya tidaklah de-mikian. Petugas dari Dinas Ke-sehatan hanya melakukan fogging disekitar lokasi tempat tinggal warga yang positif ter-kena penyakit DBD. Seperti yang diterjadi di kelurahan ka-mi ini, fogging dilakukan tidak secara menyeluruh dan boleh dikata pilih kasih,” tukas Fecky Polii.
Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kota To-mohon, dr H Simanjuntak keti-ka dikonfirmasi, membantah fogging yang dilakukan pihak-nya tidak merata dan pilih kasih.
“Sudah berkali-kali saya ka-takan, bahwa dalam melaku-kan fogging tidak sembarangan ada aturannya. Jika dilakukan secara merata maka akan mengganggu mahluk hidup yang lain. Jadi yang disemprot hanya lokasi dengan radius 100 meter dari sumber penya-kit,” aku mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mina-hasa ini.(jok)
|
|