|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
19 Februari 2008
|
AKP Ali Wardana
‘Laksanakan Tugas Sebaik-baiknya’
PERWIRA yang satu ini se-pertinya spesialis menangani urusan lantas (lalu lintas). Pa-salnya, selama berkarir di dunia kepolisian, AKP Ali Wardana paling banyak bertugas di ba-gian lalu lintas.
Sebagai bukti, perjalanan karir lulusan AKPOL 2001 ini, pernah menjabat sebagai Kanit Lantas Polres Minsel, KBO Lantas Polta-bes Manado, Kasat Lantas Sa-ngihe, dan kini dipercayakan Ka-polda Sulut, Brigjen Pol Drs Ya-khobus Jacki Uli sebagai Kasat-lantas Polres Tomohon.
“Prinsip saya yakni laksana-kan tugas dengan sebaik-baik-nya, sebagaimana tugas polisi, itu saja. Dimanapun posisi tu-gas yang dipercayakan pimpin-an, dengan senang hati saya laksanakan. Dan harus diakui, selama ini saya paling banyak bertugas di lalu lintas,” tukas suami tercinta dari Yanni Dwi Hariyanti.
Dalam melaksanakan tugas di bagian lalu lintas, ayah dari Sava Anindiya ini mengaku kerap mendapatkan kritikan dari ma-syarakat, dalam hal ini pengen-dara yang kendaraan bermotor-nya kena tilang. “Itulah dinamika dan kami harus menegakkan aturan,” tandas mantan kapol-sek Bandara dan Kapolsek Sario ini.(recky kella)
Ojek ketiban rejeki
Sopir Angkot Woloan dan Taratara Gelar Demo
Senin (18/02), di sekitar pem-buatan rumah panggung Wolo-an, puluhan sopir angkot trayek Woloan - Pusat Kota, dan Tarata-ra - Pusat Kota melakukan aksi mogok ‘mancari’.
Aksi demo yang dilakukan pa-ra sopir angkot ini, karena Di-nas Perhubungan Kota Tomo-hon menerapkan jalur baru, yang bagi mereka tak mengun-tungkan.
Menurut sejumlah pendemo, jalur yang diterapkan instansi terkait bagi angkot mereka yakni dari Pusat Kota kemudian melewati depan Mapolresta To-mohon tergolong jauh. “Jalur baru ini sangat merugikan ka-mi. Bagaimana torang mo dapa penumpang, di sekitar kantor Polres Tomohon nda ada rumah -rumah penduduk,” tukas salah seorang sopir yang mengaku bernama Deni mewakili teman-temannya.
Oleh karenanya, mereka memin-ta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Polres Tomohon untuk mengkaji kem-bali jalur yang baru tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomu-nikasi Kota Tomohon, Dra Lilly Solang ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya per-ubahan jalur tersebut. Dikata-kannya, apa yang diterapkan pi-haknya sudah disetujui para sopir angkot ini dalam rapat be-berapa waktu lalu.
“Dalam rapat, para sopir ang-kot ini menyetujui jalur yang kami tawarkan. Tapi anehnya sekarang mereka menolaknya,” tandas Solang seraya mengata-kan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Polres soal penerapan jalur baru ter-sebut.
Dilain pihak, pantauan harian ini, siang kemarin, puluhan pe-numpang Woloan dan Taratara terlantar di perempatan Kamasi atau dikompleks tempat parkir Pusat Kota. Menariknya, aksi mogok mancari yang dilakoni para sipor angkot tersebut mem-buat berkah bagi tukang ojek.
Akhirnya penumpang yang terlantar memilih mengguna-kan jasa tukang ojek untuk sampai di tujuan, yakni Woloan dan Taratara. Namun pada se-kitar pukul 13.00 WITA, terlihat angkot Woloan dan Taratara su-dah mengangkut penum-pang.(jok)
TFF Mulai Redup
MEMPUNYAI misi memba-ngun dan mensejahterakan ma-syarakat merupakan hasrat Wa-likota Tomohon, Jefferson SM Rumajar SE. Tapi sayang, pemi-kiran brilyan dan langkah berani yang selalu ditempuh walikota termuda se-Indonesia itu, tidak dibarengi dengan kesigapan pa-ra bawahannya, atau para kepa-la dinas dan kepala badan.
Mau bukti? Lihat saja sewaktu Epe sapaan akrabnya meminta kantor walikota secepatnya digu-nakan sebelum HUT Tomohon. Yang terjadi, kantor walikota yang ditempatinya sekarang ini belum siap. Padahal, sudah jauh-jauh hari Epe sudah mengisyaratkan agar penyelesaian dipercepat.
Nyatanya, meski marah Epe tetap menunjukkan kepribadian-nya yang mengesankan, walau-pun hatinya sudah meronta-ron-ta melihat kantor walikota belum selesai hingga kini.
Kesigapan yang sulit diikuti pa-ra kadis dan kaban, yakni pelak-sanaan Tomohon Flower Fes-tival (TFF). Di mata masyarakat TFF mulai meredup. Padahal, menurut beberapa masyarakat, Epe sudah berpromosi dimana-mana tentang pelaksanaan TFF. Bahkan, Epe pula pernah men-janjikan bahwa dengan adanya TFF, tingkat kesejahteraan mas-yarakat sedikit demi sedikit akan terjadi perbaikan.
Tak heran kalau kini masya-rakat berbalik mempertanyakan kinerja para dinas-dinas dan ba-dan menyambut pelaksanaan TFF. “Walikota berotak brilyan. Sedangkan para kadis dan ka-ban linglung, entah apa yang ha-rus diperbuat menyambut dan mensukseskan TFF,” tandas ma-syarakat, yang mengaku gerah melihat perilaku kadis dan ka-ban, dan meminta namanya ti-dak dipublikasikan.(ade)
66 PNS Terima SK Kenaikan Pangkat
Senyum lebar diperlihatkan 66 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tomohon. Pasalnya, Senin (18/02) ke-marin, para PNS itu menerima Surat Keputusan (SK) Kenaik-an Pangkat periode 31 Ok-tober 2007.
Penyerahan SK Kenaikan Pangkat itu langsung dilaku-kan Walikota Tomohon, Jeffer-son SM Rumajar SE dalam apel Korpri di halaman eks Rindam TNI, bilangan Kakas-kasen, Kecamatan Tomohon Utara.
Dalam sambutan, Walikota mengatakan kenaikan pang-kat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian pegawai yang bersangkutan terhadap ne-gara. “Ditekankan dalam PP (Peraturan Pemerintah) nomor 99 tahun 2000 tentang ke-naikan pangkat pegawai ne-geri sipil, bahwa ini bukan me-rupakan hak PNS. Melainkan penghargaan atas prestasi kerja dan pengabdian pegawai yang bersangkutan terhadap negara,” tukas Epe, sapaan akrabnya.
Adapun SK kenaikan pang-kat dari 66 PNS yakni 59 PNS dari golongan IIId (penata ting-kat I) ke golongan IVa (pembi-na), sedangkan sisanya diberi-kan kepada PNS golongan IVa menjadi IVb.
Disisi lain, walikota termuda se-Indoensia ini mengingatkan tentang persiapan pelaksa-naan Tomohon Flower Festival (TFF) yang pelaksanaannya tidak lama lagi. “Even ini sudah tak lama lagi dilaksanakan, dan nantinya akan diikuti kota-kota di 33 propinsi se-Indonesia. Ke-pada para PNS dan aparat dimi-nta untuk memelopori masya-rakat mendukung iven ini,” pungkasnya.(jok)
1.449 Siswa SD Ikut Uji Coba Ujian Akhir
Tak kurang dari 1.449 siswa tingkat SD (Sekolah Dasar) yang tersebar di 65 SD se-Kota Tomo-hon, Senin (18/02) kemarin, me-ngikuti uji coba ujian akhir ber-standart nasional. Adapun mata pelajaran yang di uji coba yakni Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.
Menurut Kepala Dinas Pendi-dikan Nasional Kota Tomohon, Drs Fentje Goni SH, tujuan uji co-ba ujian akhir ini untuk mengeva-luasi sekaligus melatih para siswa secara teknis dalam menghadapi ujian akhir tingkat SD, berstan-dar nasional yang akan dilaksa-nakan nanti. “Jadi selain kami mengevaluasi, para siswa SD sudah terlatih secara teknis serta tidak grogi dalam menghadapi ujian akhir yang akan dilaksana-kan nanti,” tukas mantan Legis-lator Kabupaten Minahasa ini.
Dikatakannya, uji coba ujian akhir ini berlangsung selama tiga hari. “Pelaksanaannya dimulai hari ini (kemarin, red) dan ber-akhir Rabu (20/02),” aku Goni se-raya menambahkan pemantauan yang dilakukannya terhadap pe-laksanaan uji coba ujian akhir ini berjalan lancar.(jok)
|
|