|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
20 Februari 2008
|
|
Didesak soal perbaikan kinerja
Kereh: Perbaikan Pelayanan Dilakukan Bertahap
|
Komisi C Dewan Kota (Dekot) Manado, Selasa (19/02) kema-rin menggelar hearing sekali-gus kunjungan lapangan ke PT Air Manado. Dalam kunju-ngan yang diterima langsung Presiden Direktur PT Air, Herry JJ Kereh SE AK serta ja-jaran direksi dan manajer, Ko-misi C dikomandani Drs Dan-ny Sondakh selaku ketua, mempertanyakan perbaikan kinerja selama setahun sete-lah joint venture company de-ngan Waterleiding Maatscha-ppij Drenthe (WMD) Belanda terealisasi.
Pasalnya, keluhan warga ter-kait pelayanan PT Air Manado hingga kini tak pernah ber-henti, baik soal air yang sering macet, debitnya sedikit mau-pun kualitasnya dan pemba-yaran rekening. Di mana me-nurut Ir Hi Djafar Alkatiri MM dan Elvy Watuseke SE berda-sar data belum ada pening-katan kinerja PT Air selang setahun.
Sementara itu Franklin Si-njal SH yang mendapat infor-masi langsung dari warga Bu-naken bahwa suplai air mi-num seperti yang dijanjikan dan proyeknya telah diresmi-kan Walikota Jimmy Rimba Rogi, tidak sebagaimana yang dipublikasikan atau diharap-kan masyarakat. “Di mana me-nurut warga baru sekitar tiga kali masuk air, itu pun kuali-tasnya bukan untuk air minum karena diduga telah ter-campur air asin,” tandas legis-lator PDI Perjuangan itu.
Kereh yang sudah dipastikan langkahnya ke Dewan Propin-si (Deprop) Sulut didampingi Direktur Teknik Martinus Rentor dan Direktur Umum Jan Wawoh menyatakan, per-baikan dan peningkatan pela-yanan PT Air tidak bisa dilaku-kan sekaligus namun berta-hap. Persoalan utama yang di-hadapi mereka ada pada per-baikan unit pengolahan air atau Water Treatment Plan (WTP) baik Paal II maupun Lotta.
Khusus saat ini mereka akan segera menyelesaikan per-baikan WTP jaringan ke Ma-nado Utara khususnya Tu-minting dan Singkil sehingga memang meski air di kedua wilayah tersebut sudah tidak keruh lagi, tapi debitnya ma-sih sedikit. “Kami bisa saja memperbaiki sekaligus semua jaringan tapi dengan catatan, tidak ada air yang mengalir sa-ma sekali dan kami tidak mau seperti itu jadi harus berta-hap,” jelas mantan Ketua Pur-na Paskibraka Sulut itu.
Saat ini lanjutnya lagi seperti terlihat di berbagai wilayah di Manado pekerjaan penggan-tian pipa dalam program Block Renovation Program (BRP) te-rus dilaksanakan untuk me-nunjang perbaikan WTP Paal II yang direncanakan selesai bulan Maret mendatang. Se-mentara soal air minum ke Bunaken, diakuinya masih se-ring terhambat transportasi laut yang sangat tergantung pada cuaca. Dalam setahun ini PT Air menata sekitar Rp 13 miliar untuk rehabilitasi peralatan termasuk laborato-rium berstandar internasional senilai Rp 5 miliar untuk me-ngontrol kualitas air.(gra)
|
|