|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
20 Februari 2008
|
Frenny ‘Enny’ Paat Rayakan Ultah dengan Syukur
SENIN lalu (18/02) meru-pakan hari yang pa-ling spe-sial bagi seorang Frenny Paat. Coz. Gadis cantik yang satu ini genap berusia 17 tahun. Suka-duka, se-bagian pahit atau pun manisnya perjalanan hidup telah ia rasakan selama menjalani kehidupannya.
Di ultahnya kali ini, segudang harapan pun diimpikannya. Salah satunya dalam profesinya seba-gai model remaja. Putri pertama dari pasangan keluarga Henny Lucas dan Ferry Paat, Sekum IOF (Indonesia Off-Road Federation) ini, mengaku ingin terus berkarier dalam mencapai cita-citanya se-bagai model muda yang andal.
“Banyak impian yang ingin saya capai dalam hidup ini. Saya sa-ngat senang dengan dunia mo-deling. Mudah-mudahan saja saya bisa mengikuti jejak Jeine Wenas sebagai seorang model dan artis terkenal asal Kawanua,” harap Frenny.
Dan untuk syukuran ultahnya kali ini, pehobi roller skate ini me-ngatakan hanya akan merayakan-nya bersama keluarga dan rekan-rekannya, tapi yang utama kata-nya lagi adalah bersyukur pada Tuhan.(revalino)
Umat Tridharma Gelar Sembahyang ‘Kwan Seng Tek Kun’
Meski prosesi Goan Siau atau Cap Go Meh untuk umat Tri-dharma tidak diizinkan dilaksa-nakan di luar Klenteng, namun,
masih dalam rangkaian sem-bahyang Imlek, Selasa (19/02), seluruh umat Tridharma di Klenteng masing-masing me-laksanakan upacara sembah-yang untuk mencapai kesuci-an atau Kwan Seng Tek Kun.
Upacara sembahyang ini di-mulai pukul 09.30 WITA dan dilaksanakan oleh seluruh umat Trdiharma yang ada di enam Klenteng di Kota Mana-do. Menurut salah satu Roha-niwan Tridharma dari Klen-teng Ban Hing Kiong, Ferry Sondakh, upacara sembah-yang ini merupakan rangkaian dari sembahyang Imlek 2559 tahun ini, di mana pada saat ini malaikat Tuhan telah turun untuk membersihkan hawa bumi dari iblis, agar memper-oleh berkah di dunia di tahun baru Imlek 2559. “Sembah-yang ini intinya adalah men-capai kesempurnaan sehingga memperoleh gelar Hu Mo Pyte atau membasmi iblis,” jelas Sondakh yang sekaligus Se-kretaris Klenteng Besar Ban Hin Kiong.
Pada hari yang sama pula se-luruh umat Tridharma yang ada di enam TITD Klenteng Kota Manado ini, melaksana-kan upacara sembahyang un-tuk mengasah pedang dan peralatan lainnya. Prosesi upacara sembahyang ini da-lam rangka untuk persiapan dalam prosesi Goan Siaow yang sedianya tetap dilaksa-nakan di dalam klenteng ma-sing-masing.(tr-02)
Tiga Tang Sin Dipastikan Ramaikan Prosesi Tapikong
Setelah doa-doa yang dipan-jatkan direstui Yang Maha-kuasa melalui prosesi Cie Sin dengan menggunakan Po Pwe beberapa waktu, maka Kamis (21/02) besok prosesi Goan Siao Klenteng Agung Tua di-pastikan menyemarakkan tra-disi religius Cap Go Meh Kota Manado tahun ini.
Tiga tang sin yang direstui lewat prosesi Po Pwe pada Se-lasa (19/02) malam, masing-masing Eky Londa (31), Rio Mulyono (36) dan Erik Wong-kar. Sebelumnya direncana-kan ada empat tang sin na-mun Nico Ticoalu yang ditun-juk akhirnya dalam upacara meminta restu tersebut yang bersangkutan tidak direstui dari Yang Mahakuasa.
“Sebelum turun dalam pro-sesi Tapikong ini, para Tang Sin yang telah ditunjuk telah melewati sejumlah ritual, anta-ranya Cia Sin, di mana mereka harus melapor sebelum turun. Bahkan mereka telah melaku-kan puasa makan, seperti puasa makan daging dan lain-nya selama 30 hari,” ujar Tomy Liando salah satu pe-ngurus klenteng.
Untuk prosesi Tapikong ini akan dimuali dengan turunnya tiga Tang Sin (Duta Allah). Di-awali dengan sembahyang me-minta kepada Tian (Tuhan) pa-da pukul 13.00 WITA agar pro-sesi Goan Siao di luar bisa ber-jalan dengan baik. Setelah itu pukul 15.30 prosesi Tapikong akang keluar klenteng.
Dikatakan Liando, untuk tata urutan dalam prosesi Gian Siao nanti diawali dengan ba-risan aktraksi Barongsai dari Macam Putih Manado, kemu-dian diikuti bendera tiga alam, barisan kura-kura ninja, pem-bawa kemenyan, pikulan Kio, seluruh umat yang ada di Klen-teng Agung Tua dan kru Kio. “Setelah mendapatkan izin dari pemerintah dan kepolisian ja-lur yang akan dilalui prosesi nanti yaitu mengitari jalur Jalan 17 Agusutus kemudian mengitari jalan Teling dan finish di Klenteng Agung Tua Jalan Babe Palar,” ujarnya. Me-nurut Liando, makna dari rang-kaian perayaan Imlek ini agar Kota Manado selalu dilindungi oleh Yang Mahakuasa.(tr-02)
DVD Porno Marak di Pusat Kota
Peredaran DVD porno kian sulit ditertibkan, buktinya, da-ri hari ke hari penjualan ba-rang terlarang tersebut kian marak. Di pusat Kota 45 yang dahulu merupakan sentral bisnis barang haram tersebut, saat ini masih nampak adanya transaksi jual-beli DVD-VCD porno.
Penelusuran harian ini (19/02) kemarin, DVD-DVD porno tersebut diperdagangkan oleh para pedagang yang biasanya bermangkal di wilayah terse-but. Umumnya mereka mena-warkan barang kepada warga yang kebutulan lewat. Bahkan kepada harian ini seorang pe-dagang menawarkan DVD por-no dengan berbagai jenis film. “Bos mo ambe DVD porno,” ta-nya seorang pedagang. DVD-DVD porno tersebut umum-nya dijual dengan harga yang relatif murah, di mana untuk jenis film Indonesia satu ke-ping DVD dijual Rp 50 ribu, jenis film Cina ada yang harga Rp 25-50 ribu.
Kebanyakan para pedagang yang menawarkan barang porno tersebut bermangkal di depan President Center.(tr-02)
|
|