CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

20 Februari 2008

Kairupan: Pertumbuhan Ekonomi Sulut Masih Jalan di Tempat

 

 IKUTI BERITA LAIN

Angin kencang memutuskan 20 penyulang bertegangan tinggi
Kerugian PLN Ditaksir Capai Puluhan Juta Rupiah

Pengembalian Dana LUEP Diperpanjang Pemerintah

Kelangkaan Semen Berdampak Harga Bahan Bangunan Naik

Realisasi Raskin Sulut Capai 2.061.225 Kilogram

Selama ini pertumbuhan ekonomi (PE) Sulawesi Utara masih jalan di tempat, pertumbuhan yang seharusnya di atas 7,0 persen, selama ini tetap berkisar 6,4 persen. Menurut Pimpinan Bank Indonesia, Jefry Kairupan, Selasa (19/02) kemarin, tak ada upaya lain, selain harus dipacu beberapa sektor terpenting antara lain sektor pertanian.
Pertumbuhan ekonomi Sulut selama ini tidak ada perkem-bangan alias jalan di tempat, karena adanya tekanan inflasi belum lama ini. Sementara ketidakadanya kepastian har-ga minyak mentah dunia, juga telah mempertahankan per-tumbuhan ekonomi Sulut, selama ini.
Pencanangan program revi-talisasi pertanian oleh pe-merintah, adalah pendorong utama untuk membangkitkan perkembangan perekonomian selama ini. Selain itu, peme-rintah kabupaten/kota juga perlu dilibatkan dalam upaya mendukung revitalisasi perta-nian. “Selama ini pemerintah kabupaten/kota dianggap kurang respek dengan revi-talisasi pertanian. Ini terlihat angka NPL masih tinggi akibat kurangnya sinergi antara pemerintah propinsi dan kabupaten/kota yang ada. Sementara sektor lainnya diharapkan dapat dijadikan pendorong untuk membantu peningkatan percepatan perekonomian, seperti halnya sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor bangun-an, terkait makin dekatnya WOC 2009 nanti,” tukas Kai-rupan.(wel)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin