|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
20 Februari 2008
|
|
Minahasa diprediksikan bakal ‘hancur’
Tataaran Ingin (Juga) Gabung Tomohon?
|
Kabupaten Minahasa di-prediksikan bakal ‘hancur’ dan semakin mengecil wila-yahnya jika semua wacana ini terealisasi. Pasalnya, se-telah Leilem dan Pineleng menyatakan siap berpisah dan ingin bergabung dengan Kota Tomohon, wacana yang sama kali ini disuara-kan oleh warga di Kelurahan Tataaran.
Menurut warga Tataaran yang juga adalah salah satu personil DPRD Minahasa, Ir Adolf Mangkey, melihat dari historis dan latar belakang-nya, maka wajar jika Tataaran mewacanakan gabung de-ngan Kota Tomohon.
“Memang jika melihat his-toris dan latar belakangnya, Kelurahan Tataaran saat ini merupakan wilayah dari To-mohon. Dan wajar jika Kelu-rahan Tatararan ini ingin ber-gabung dengan Tomohon,” kata pria yang juga meru-pakan tokoh masyarakat di Tataaran.
Ditambahkannya, wacana ini memang memerlukan kajian yang komprehensif. Namun, jika semua masyarakat me-mang berkeinginan demikian, maka aspirasi tersebut tentu saja tak dapat ditahan dan di-bendung lagi oleh siapa saja.
Di tempat terpisah, legis-lator lainnya, Grery Mameng-ko, mengatakan bahwa hal yang mustahil jika pengga-bungan ini terjadi, dan juga peluangnya sangat kecil. “Bagi saya, memang kalau melihat akan cerita dari Adolf Mangkey, memang benar. Namun, harus diingat kalau kita ini adalah Negara Kesa-tuan Republik Indonesia, jangan sampai kita di Mina-hasa ini menjadi terpecah-pecah,” kata Mamengko.
Sementara itu, warga dan tokoh-tokoh masyarakat ke-tika diwawancarai soal waca-na gabung Kota Tomohon ter-sebut menyatakan, kalau hal itu disinyalir akibat kekesalan tidak meratanya pembangu-nan di Kabupaten Minahasa.
“Wajar saja jika banyak desa dan kelurahan mewacanakan gabung dengan Kota Tomo-hon, karena mereka sudah melihat bahwa Tomohon saat ini lebih berkembang dan pembangunannya sangat je-las dibanding dengan Mina-hasa. APBD hanya dibayar untuk pegawai, sedangkan pembangunan tidak ada yang menonjol dan juga yang pa-ling parah adalah tidak me-rata di wilayah-wilayah lain, selain Ibukota Minahasa sen-diri yaitu Tondano,” tukas warga dan tokoh masyarakat yang meminta agar namanya disimpan.(tr-01)
|
|