|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
20 Februari 2008
|
|
Sandag-Rembang ‘masuk kotak’
Status Purnabakti, Lamia-Tumbuan Tetap Perkasa
|
Tetap bertahannya posisi Kadis Diknas Minsel yang di-jabat John Lamia SPd dan Ka-dis Sosial Drs Ruddy Tumbu-an yang diketahui telah lama memasuki masa purnabakti alias pensiun dalam pelantik-an struktur pemerintahan Pemkab Minsel Selasa (19/02) kemarin, memunculkan cerita miring di kalangan masyara-kat. Berkembang isu, kedua-nya bisa aman di posisi ma-sing-masing karena di-back up sepenuhnya seorang ok-num petinggi Pemkab Minsel.
Seperti diutarakan salah se-orang pejabat yang meminta namanya tak dikorankan ke-marin, dengan terus memim-pinnya Lamia maupun Tum-buan otomatis telah memen-tahkan penerapan PP 41 di Kabupaten Minsel. Menurut sumber, selain bentuk pele-cehan terhadap PP 41 yang di-lakukan setengah hati, juga ikut menghambat proses rege-nerasi jajaran birokrat muda potensial di Minsel. “Kenapa birokrat potensial Minsel yang ada saat ini terkesan terus ‘di-karantina’, sementara peme-rintah terus mempercayakan suatu jabatan kepada biro-krat yang tergolong uzur. Ini jelas membuat kami cembu-ru,” tegas birokrat potensial ini. Ia pun cuma bisa berharap, ke depan kiranya Bupati Ra-moy Luntungan lebih arif dan bijaksana dalam menerapkan perekrutan calon pejabat.
MASUK KOTAK
Lain halnya yang dialami mantan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs Jimmy Sandag serta Drs Anton Rem-bang yang sebelumnya Kadis-penda Pemkab Minsel. Kedua-nya akhirnya masuk kotak menjadi staf ahli .
Banyak kalangan menilai, keduanya dibebaskan dari ja-batan dikarenakan kinerja ke-duanya tidak maksimal. Baik seputar pencapaian PAD, mau-pun ketidakmampuan kedua-nya bersaing dengan sosok Drs Ruddy Tumbuan selaku pe-jabat baru Kadisnakertrans dan Drs Boy Pandeiroth selaku Kadis
PKPD.(pen
|
|