|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Opini Redaksi dan Pembaca
|
20 Februari 2008
|
|
Hukum
Jangan Dibengkokkan Karena Uang
|
Banyaknya pelaku dalam kasus korupsi dan narkoba yang diputus bebas oleh peng-adilan, menggambarkan betapa suram dan lemahnya keberada-an hukum di negara kita yang kita cintai ini, seperti yang terjadi di daerah Nyiur Melambai ini.
Kasus-kasus yang diputuskan bebas oleh pengadilan biasa-nya yang menjadi terdakwa ia-lah pejabat-pejabat dan orang-orang berduit.
Orang yang berkuasa adalah orang yang mampu melakukan sesuatu apapun yang menjadi keinginannya. Segala sesuatu baik yang halal maupun yang ti-dak halal bisa dilakukan dan ke-tika mereka diperhadapkan de-ngan hukum maka segala sesua-tu akan dilakukan untuk menghin-dar dari hukum, bahkan ada yang sampai kebal dengan hukum.
Usaha dari pihak kepolisian yang gencar-gencarnya melaku-kan pemberantasan dengan me-nangkap para pelaku korupsi dan narkoba seakan sia-sia ketika kasus tersebut sampai di meja hijau.
Rakyat semakin bingung deng-an keberadaan hukum di negara kita ini, ketika rakyat kecil men-curi seekor ayam tetangganya, dia diperlakukan bak penjahat ke-las kakap. Tapi ketika seorang pejabat atau kerabat pejabat mencuri uang sampai miliaran ru-piah, dia diperlakukan secara khusus (bahkan sel tahanan bak kamar hotel).
Mau dibawa kemanakah ne-gara kita ini jika hukum yang ada masih amburadul seperti ini?
Secuil harapan dari masyara-kat kepada penegak-penegak hukum yang ada tetap sema-ngat menjunjung dan menegak-kan hukum yang ada. Jangan karena uang hukum dibengkok-kan..!!
Pengirim,
Yole K,
Warga Manado.
|
|