|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
20 Februari 2008
|
|
SHS: Wilayah Pesisir dan Kepulauan Jadi Prioritas
|
Pembangunan yang dilaku-kan di wilayah pesisir dan ke-pulauan dewasa ini, harus menjadi prioritas utama. Pasal-nya, potensi yang ada di wila-yah tersebut sangat mempen-garuhi kedaulatan suatu nega-ra. Hal ini tidak saja terfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pada bidang lainnya yang juga harus diperhatikan di tahun 2008.
“Potensi di wilayah kepu-lauan dan pesisir itu sangat be-sar. Tetapi hal ini tidak diba-rengi dengan perhatian yang cukup oleh pemerintah. Lihat saja, anggaran yang diperun-tukkan bagi wilayah kepulau-an dan pesisir masih relatif ke-cil. Karena itu, kita harus terus berjuang demi kelangsungan pembangunan di wilayah ter-sebut. Di mana untuk Indone-sia terdapat tujuh wilayah kepulauan antara lain, NTB, NTT, Maluku, Sulut dan Bang-ka Belitung,” terangnya di hadapan peserta Pra-Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Sahid Kawanua, Se-lasa (19/02).
Sisi penting lainnya dari wilayah kepulauan dan pesisir tersebut, lanjut Sarundajang adalah wilayah lautan yang merupakan landasan penyela-matan bumi dari kepunahan. Di mana berdasarkan peneli-tian saat ini, bumi sedang dian-cam dengan kepunahan sebe-sar 0,7 derajat pemanasan glo-bal. Sehingga dapat dipastikan bahwa pada 2050 mendatang, umat manusia akan mengha-dapi kerusakan lingkungan.
“Tetapi jika wilayah laut kita berdayakan sejak sekarang ini, kita telah menyelamatkan bumi dari kerusakan. Bukan itu saja, di wilayah kepulauan dan pesisir ini juga, sejak abad 15 bangsa Eropa telah meng-ambil rempah-rempah. Se-hingga dapat dikatakan bahwa wilayah kepulauan merupa-kan spices island yang harus tetap dijaga dan diberda-yakan,” terangnya.
Sementara itu, di wilayah kepulauan dan pesisir ter-sebut, sangat rawan terhadap illegal fishing. Terutama yang dilakukan oleh negara te-tangga Filipina. “Betapa tidak, para nelayan kita rela mem-berikan potensi perikanan hanya dengan diiming-imingi rokok. Yah, memang dari sisi teknologi mereka lebih unggul. Untuk itu, wilayah lautan harus kita jaga khususnya yang dilalui jalur kapal-kapal besar,” katanya mengingat-kan.(eda)
|
|