|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
21 Februari 2008
|
|
Pemilik Toko Mengeluh
tak Kebagian Semen
|
Kesepakatan mengenai semen dalam rapat dengar pendapat (hearing) di Dekot Bitung pekan lalu, rupanya mulai dilangkahi. Kali ini para pemilik toko me-ngeluhkan jika pihaknya sejak dua hari lalu tidak lagi kebagian semen dari distributor, disebab-kan selain harga yang telah me-lampaui harga eceran penjual-an, juga ada indikasi permainan baru dalam distribusi semen.
“Setelah hearing lalu pembeli-an semen harus melalui distri-butor. Mulanya kami mendapat pasokan cukup lancar, tetapi sejak dua hari lalu kami tidak lagi mendapat semen dari dis-tributor. Kalau toh dapat tapi harganya sudah naik sama de-ngan harga penjulan di toko,” ungkap salah seorang pemilik toko bangunan di pusat kota Bitung, kemarin.
Dari penelusuran, harga se-men terendah di Bitung saat ini berkisar Rp 45.000/zak, bah-kan lebih. Harga ini menurut para pemilik toko sama dengan harga yang dijual oleh distribu-tor. “Harganya juga sudah naik, terpaksa kami toko-toko harus menaikkan harga semen,” tu-kasnya lagi.
Senada dengan itu, personel LSM Sakti Bitung, Jacky To-muka juga mengaku sudah me-nerima pengeluhan para pe-milik toko bangunan yang tidak lagi mendapat pasokan semen distributor. “Kebetulan, kami memang akan menemui warta-wan karena ternyata toko-toko yang menjual semen baru saja mengeluhkan hal itu kepada kami kalau mereka tidak lagi mendapat bagian semen dari distributor,” kata Tomuka sera-ya meminta agar Dinas Perin-dustrian dan Perdagangan (Dis-perindag) agar segera melaku-kan pengecekan dan pener-tiban.(oan)
|
|