|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
21 Februari 2008
|
|
Jelang persidangan sang ‘big boss’
Para Pejabat Minut Rame-rame ke Jakarta
|
Sidang perdana dugaan kasus korupsi yang menimpa Bupati Minut Vonny Panam-bunan yang direncanakan digelar hari ini, Kamis (21/02) di Jakarta, ternyata berdam-pak pada pelayanan masyara-kat Minut. Buktinya, terpan-tau wartawan kemarin, mulai dari Wakil Bupati Minut, Sekdakab Minut dan ketiga Asisten serta kepala dinas, kantor dan badan tak berada di tempat.
Mereka dikabarkan rame-rame bertolak ke Jakarta un-tuk menyaksikan ‘momen’ bersejarah tersebut. Bahkan sejumlah kepala bagian pun dikabarkan ikut-ikutan ‘ter-bang’ tak mau ketinggalan, menunjukkan solidaritas terhadap sang ‘big boss’.
Tak pelak, pelayanan masya-rakat Pemkab Minut terpan-tau ‘lumpuh’, tak seperti hari-hari biasanya. Kemarin di ka-wasan perkantoran Minut, ga-bungan dinas, aktivitas ham-pir tidak terlihat sama sekali. Begitu juga di Sekretariat Pemkab Minut, mulai dari wakil bupati, sekdakab, para asisten sejak pagi kemarin sudah bertolak ke Jakarta. Juga sejumlah kadis tak hadir di kantor karena mempersiap-kan diri berangkat pada siang hari kemarin.
Keberangkatan massal pilar-pilar pemerintahan Minut ini setidaknya mendapat sorotan tajam dari LSM Gerakan Bela Rakyat (Gebrak) Minut. Apa-lagi Gebrak mensinyalir jika keberangkatan puluhan peja-bat tersebut memakai uang rakyat atau beralasankan Su-rat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).
“Mudah-mudahan keberang-katan mereka tidak memakai fasilitas SPPD. Kami menilai keberangkatan hampir selu-ruh petinggi Minut baik ekse-kutif dan legislatif bertolak be-lakang dengan instruksi Dep-keu agar seluruh kabupaten/kota harus mengurangi perja-lanan dinas sebesar 15-30 persen,” kata Ketua Gebrak Minut, William Luntungan.
Semestinya lanjut Luntu-ngan, jika wakil bupati, sek-kab ada di luar daerah, mini-mal ada satu asisten yang me-ngontrol kinerja pelayanan masyarakat. “Tapi jika semua petinggi mulai dari wakil bu-pati hingga kabag-kabag yang informasinya berangkat di kloter II tidak ada, otomatis pelayanan pada masyarakat terganggu total,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, salah satu pejabat yang berhasil di-hubungi Komentar tapi eng-gan namanya dikorankan menjelaskan, tidak semua pejabat berangkat ke Jakarta. “Ada yang ke Jakarta dalam rangka tugas yang momennya bertepatan dengan sidang ibu bupati. Hal ini tidak direnca-nakan. Lagi pula tidak ada pe-layanan masyarakat yang di-terlantarkan, sebab semua-nya sudah dikoordinasikan. Apalagi, wakil bupati lang-sung pulang Rabu sore,” je-lasnya.(irv)
|
|