CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

21 Februari 2008

Reklamasi Pantai Hambat Produksi Rumput Laut

 

 IKUTI BERITA LAIN

Terminal Langowan Bakal Beroperasi

Disperindag Fasilitasi Pembentukan Koperasi Petani Kelapa

Olga Kembuan Perempuan Juga Harus Jadi Pengusaha Berhasil

Usaha budidaya rumput laut saat ini semakin berkurang, sejak adanya reklamasi pantai di Manado. “Iklim laut berubah sejak adanya reklamasi pantai, sehingga meng-ganggu organisme air,” ujar Marcel Taher pengusaha rumput laut asal Minut. 

Kata Taher, perusahaan PT Sumber Rejeki miliknya saat ini, dikatakan tak lagi melakukan ekspor rumput laut. Padahal permintaan pasar luar negeri terhadap rumput laut cukup tinggi. Sementara Kadis Perin-dag Sulut, Gemmy Kawatu SE MSi, melalui Kasubdin Perda-gangan Luar Negeri, Ir Hanny Wajong MSi mengatakan Sula-wesi Utara sejak tahun 2005 ke bawah selalu rutin melakukan ekspor rumput laut keluar ne-geri. Terakhir kalinya pada ta-hun 2006 tercatat volume eks-por 78,344,15 Kg dengan nilai 48.575,37 USD. Sedangkan un-tuk tahun 2007 hingga kini, tak ada lagi eksportir yang melaku-kan ekspor rumput laut, pada-hal hingga saat ini permintaan rumput laut cukup tinggi, de-ngan nilai jual seharga 200 hingga 250 USD per ton, tukas Wajong.
Persoalan ini terungkap ketika Kasubdin Perdagangan Luar Negeri mengundang para eks-portir, Rabu (20/02) pagi di kantor Disperindag Sulut untuk melakukan sharing, dalam upa-ya meningkatkan ekspor Sulut. Selain permasalahan di atas se-jumlah eksportir juga mengeluh soal keterbatasan dana oleh in-stansi terkait dalam mengem-bangkan usaha rumput laut. Bahkan menurut Taher bantu-an skim kredit bagi usaha rum-put laut dianggapnya salah sa-saran. Dicontohkannya, sejak ta-hun 2007 lalu para pelaku usa-ha di Kabupaten Minut yang te-lah mengajukan kredit di Bank, namun hingga kini tak ada rea-lisasinya, sedangkan yang bukan pelaku usaha di bidang rumput laut justru kebagian skim kredit tersebut, keluhnya.
Seperti diketahui berdasarkan pengamatan sepintas keadaan lapangan, mau pun hasil survei Dinas Perikanan Sulut, potensi pengembangan rumput laut mempunyai prospek yang cukup menggembirakan, pa-salnya kondisi dan iklim wila-yah Sulut sangat berpotensi un-tuk pengembangan rumput laut tersebut, namun sayangnya adanya reklamsi pantai meng-ganggu iklim laut sehingga pe-ngembangan rumput laut ter-ganggu.(wel

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin