|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
21 Februari 2008
|
|
Gaung
pemekaran makin menjadi
GMKI: Ini Kritik Terhadap Pemkab
|
Selain pemekaran Kota Langowan dan Kabupaten Minahasa Tengah, belakangan ini terus muncul aspirasi dari masyarakat yang menginginkan wilayah mereka lepas dari Kabupaten Minahasa. Seperti halnya aspirasi penggabungan Leilem ke Kota Tomohon, pembentukan Kabupaten Katombuluan, hingga wacana Tataaran II gabung Kota Tomohon.
Melihat fenomena ini, GMKI Cabang Tondano langsung angkat bicara. Menurut pengamatan dan survey GMKI, ada beberapa faktor yang melatar belakangi munculnya aspirasi diatas. Antara lain disebabkan karena pembangunan yang tidak merata, pelayanan kepada masyarakat dianggap kurang maksimal, adanya janji-janji politik yang belum ditepati, serta sebagai wujud protes terhadap lambannya kemajuan pembangunan di Minahasa.
“Survey yang dilakukan GMKI Tondano pada sejumlah media cetak sejak awal 2È08 hingga sekarang, hampir setiap harinya selalu ada berita tentang pemekaran di Minahasa. Hal ini menunjukkan tendensi yang tinggi dari masyarakat untuk berpisah dari Minahasa. Ini juga merupakan salah satu bentuk kritikan dari masyarakat kepada pemkab,” ujar Direktur Lembaga Survey Minahasa, GMKI Cabang Tondano, Supriadi Narno.
Didampingi Sekretaris GMKI Cabang Tondano, Vione Makarawung, Narno menyarankan agar Pemkab Minahasa segera berbenah diri, sembari memberikan sosialisasi atau pemahaman kepada masayrakat tentang arti pemekaran daerah dan pendekatan-pendekatan harus diambil. Selain pemkab, DPRD Minahasa juga disarankan untuk lebih proaktif dalam menyerap aspirasi masyarakat, sehinga fenomena pemekaran tidak membuat Minahasa semakin kehilangan wilayahnya.(dav)
|
|