|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
21 Februari 2008
|
|
Awasi Penyaluran
Raskin RTM Bulog!
|
Penyaluran bantuan beras miskin (raskin) bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) Bulog ternyata sudah ber-langsung di sejumlah wilayah Kabupaten Minut. Terkait hal ini, Kabag Perekonomian Pemkab Minut, DAW Pangauw mengharapkan agar seluruh masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan penyaluran Raskin RTM Bulog tersebut.
“Pihak pemerintah tentunya berharap bantuan tersebut tepat sasaran dan tepat fungsi bagi mereka yang benar-benar berhak untuk mendapatkannya. Juga pemerintah sangat terbuka dan sangat mengharapkan partisi-pasi masyarakat untuk ikut ter-libat dalam pengawasan penya-luran Raskin RTM Bulog terse-but,” kata Pangauw kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/02) kemarin.
Informasi yang masuk ke bagaian Perekonomian Pemkab Minut, lanjut Pangauw, sudah ada beberapa daerah yang mene-rima penyaluran Raskin RTM Bulog. “Jadwal penyaluran di-atur oleh Bulog Divre Manado, jadi tidak serempak disalurkan, mengingat penyalurannya di-lakukan di seluruh wilayah Su-lut. Informasi yang masuk baru sebagian Kema dan Dimembe yang sudah ada penyaluran Ras-kin RTM Bulog,” jelasnya.
Di sisi lain Pangauw mengkritisi data BPS yang menjadi acuan penyaluran Raskin RTM Bulog. “Validasi data tak match dengan data yang kami dapat dari semua kecamatan. Sebab acuan data penyaluran Raskin RTM Bulog ini justru mengacu pada data bebe-rapa tahun lalu. Kami sempat menanyakan hal ini, tapi meng-ingat aturan secara nasional bahwa penyaluran raskin ini mengacu data BPS maka pem-kab tak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Pangauw menjelaskan, akibat validasi yang tak akurat tersebut, besar kemungkinan keluarga yang dulunya berkategori miskin tapi sekarang sudah ada pada tataran ekonomi cukup mampu justru akan kebagian. “Inilah yang sering menimbulkan per-masalah di lapangan,” jelasnya.
Terkait informasi adanya penjualan raskin tak sesuai harga eceran tertinggi Rp 1.600, di Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, yakni mencapai Rp 2.000 /kg, Pangauw mengata-kan akan menelusurinya. “Ka-mi baru mendengar hal ini, nanti akan ditelusuri lanjut apa ala-sannya. Sebab sepengetahuan kami, penyaluran raskin lang-sung ke titik atau spot desa terkait,” pungkasnya.
Camat Dimembe, Edwin Om-buh saat dikonfirmasi langsung bergerak cepat memanggil Hu-kumtua Warukapas, Charles Pepah. Sekitar Pukul 20.30 WITA, tadi malam, Ombuh didampingi Pepah mengontak redaksi mem-bantah tudingan tersebut. “Ti-dak benar kami menjual raskin di atas harga eceran tertinggi Rp 1.600/kg. Kami melakukan se-suai arahan dan mengacu pe-tunjuk penyaluran,” tegas Pepah seraya mengharapkan isu-isu yang tak benar tersebut jangan bertujuan untuk menjatuhkan seseorang.(irv)
|
|