CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Otonomi dan Suksesi
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Politik dan Pemerintahan

21 Februari 2008

Anggaran usaha ekonomi produktif dipangkas Rp 2 miliar
Penghematan APBD Mulai Makan Korban

 

IKUTI BERITA LAIN

Gubernur minta pendataan dilakukan akurat
Pekerja Swasta-IRT Dominasi Jumlah Penderita AIDS
Karinda soal namanya yang diakomodir PG
Nda, Salah Tulis Dorang?
OC Kaligis: Saya dan SHS Berteman Dekat
Datangi kantor gubernur, didampingi Dekab-Pemkab Bolmong
Warga Pusiaan Tuntut Pemprop Bayar Ganti Rugi Tanah Eks BRN
Pantau implementasi UMP 2008
Komisi D Deprop Agendakan Sidak Perusahaan

Imbas penghematan APBD yang diberlakukan peme-rintah pada Tahun Anggar-an (TA) 2008 ini, mulai dira-sakan. Salah satu contoh-nya adalah pemangkasan anggaran untuk program Lembaga Usaha Ekonomi Produktif (LUEP) sebesar Rp 2 miliar.

Untuk TA 2008 ini, anggaran yang diberikan untuk pro-gram LUEP tinggal Rp 5 miliar, padahal sebelumnya di TA 2007, pemerintah mengu-curkan sekitar Rp 7 miliar. “Kita tidak dapat berbuat le-bih, karena ini adalah kebi-jakan dari pemerintah pusat. Konsekuensinya adalah rea-lisasi akan dilakukan lebih selektif,” ungkap Kepala Ba-dan Ketahanan Pangan (BKP) Sulut, Dr Ir Lucky Longdong MEd, Rabu (20/02) kemarin.
Dikatakan Longdong, pro-gram LUEP tersebut, diberla-kukan sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan keterpurukan petani. Sehingga dapat dipastikan bahwa dengan munculnya LUEP ini, para pelaku usaha, yang semula tidak memiliki dana dapat diberdayakan, sehingga mampu membeli hasil pertanian rakyat. “Pe-serta LUEP, berdasarkan data yang ada terdapat 32 kelom-pok yang tersebar di Bolaang Mongondow, Minahasa Sela-tan, Minahasa dan Minahasa Utara,” katanya.
Di sisi lain, menurut Long-dong, dalam hal pengemba-lian LUEP, sejauh ini dapat di-katakan berjalan cukup baik, kendati masih ada beberapa kelompok yang belum menun-jukkan upaya pengembalian dana. Dampak positif LUEP, paparnya, antara lain men-jaga stabilisasi harga hasil pertanian, terutama jagung. Sebab, dengan adanya pem-belian yang mengacu pada standar yang ditetapkan, maka harga tidak pernah anjlok. 
“Bantuan ini tidak dipungut bunga. Artinya, seberapa besar pinjaman, maka pe-ngembaliannya juga seperti itu. Hanya saja, mereka ter-ikat kontrak dengan nilai agunan sebesar 125 persen. Tetapi bagi peserta LUEP yang tidak menunjukkan itikad baik pada tahun 2007, maka untuk tahun 2008 tidak akan diberikan bantuan,” ujar-nya.(eda) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin