CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Talaud, Sitaro, Sagihe

21 Februari 2008

Terpinggirkan kehadiran akademi keperawatan 
Pemkab Harus Fasilitasi Nasib Lulusan SPK
 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Kadis Pariwisata Sangihe Diminta Dicopot

Pemkab bakal siasati talut pemecah ombak
Abrasi Pantai Ancam Pulau-Pulau Terluar

Pemkab sangihe didesak agar tetap memfasilitasi atau 
memikirkan nasib puluhan lulusan Sekolah Pendidikan 
Keperawatan (SPK) yang hinga kini belum terekrut jadi PNS. 
Pasalnya kehadiran akademi keperawatan di daerah ini seakan 
mengubur harapan lulusan SPK yang tersebar di sejumlah 
puskesmas dan Rumah Sakit Liungkendage Tahuna. 
“Pemkab sepantasnya memfasilitasi keberadaan lulusan SPK yang 
mulai tak diperhitungkan setelah munculnya lulusan akademi di daerah ini,” pinta unsure pemuda perbatasan Ridi Manikoe. 
Manikoe menegaskan para lulusan SPK yang belum terekrut jadi PNS dan hanya berstatus diperbantukan pada lahan kerja pelayanan 
kesehatan di daerah ini, harus diperlakukan secara adil dan 
manusiawi. “Sebab dari segi kualitas dan pengalaman kerja, 
para lulusan SPK ini justru dinilai lebih mapan menangani 
tugas pelayanan kesehatan karena sudah dibekali dengan 
pengalaman yang mereka dapatkan selama bertahun tahun 
degan status diperbantukan,” ucapnya sembari menambahkan solusi sederhana yang harus disasati yakni statusnya diperjelas apakah dengan cara konrak atau PTT.
Kadis kesehatan Sangihe dr. Hanny Tandayu ketika dikonfirmasi mengemukakan, dirinya sebetulnnya sudah mengagendakan 
program untuk memperjelas status lulusan SPK yang 
jumlahnya kurang lebih 70 orang. Hanya saja, upaya 
itu terhambat karena belum ada dukungan penuh dari pihak legislatif untuk meloloskan di APBD 2008. 
Sebab menurutnya, jika para lulusan SPK ini disetarakan ilumnya lewat akademi dengan fasilitas pemda, para lulusan SPK ini harus sudah punya ikatan kontrak dulu dengan pemerintah. “Pokoknya 
lulusan SPK ke depan ini akan tetap jadi prioritas demi perbaikan nasib mereka yang kian tak jelas mengingat hanya diperbantukan,” pungkas Tandayu.(med)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin