|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
21 Februari 2008
|
Pencurian Kopra dan Ternak Marak
Polres Minsel Giatkan Poskamling
Meningkatnya aksi pencurian hasil pertanian dan hewan ternak di Kabupaten Minsel belakangan ini langsung ditanggapi serius jajaran Polres Minsel. Seperti dikatakan Kapolres Minsel AKBP Drs John Rori SSt kemarin, pihaknya sudah menggiatkan sistem keamanan di seluruh Polsek. Dan ditambah dukungan masyarakat, wadah pos keamanan lingkungan (poskamling) fungsinya kembali dimaksimalkan.
Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam upaya mengantisipasi aksi pencurian. "Kami berharap adanya peran masyarakat untuk bisa membantu kepolisian menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Dimana, dengan melakukan aksi ronda malam lewat Pos Kamling yang diterapkan secara rutin, itu sudah pasti tidak memberi keleluasaan pencuri atau penjahat untuk beraksi," kata Rori.
Dikatakannya, Polres Minsel sudah melakukan langkah-langkah antisipasi sejak awal. Tapi ada baiknya hal itu juga dibantu warga lewat mengaktifkan kembali Pos Kamling.
Menyinggung soal mobil Avanza hitam DB 4030 AG yang dicurigai dipakai pencuri kopra dan hewan ternak di Amurang belum lama ini, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melacak keberadaan mobil tersebut. Oleh karena itu, pihaknya sangat berterima kasih akan informasi warga tersebut. Dan untuk penanganannya, pihaknya sudah pasti akan menseriusi kasus pencurian yang menggunakan kendaraan seperti itu.
Sementara itu, Ketua KNPI Minsel Petrus Ulaan meminta aparat berwajib khususnya pihak kepolisian Polres Minsel lebih menggiatkan atau memperketat sistem keamanan di wilayah hukumnya disaat malam hari. "Dengan melakukan aksi ronda dan sweping kendaraan secara rutin di wilayah-wilayah tertentu, bakal membantu memperkecil tingkat kriminal berupa aksi pencurian," ujarnya.(pen)
Tanggapi resistensi warga
Luntungan: TPA Tumpaan Bisa Dipindahkan
Aksi penolakan warga seputar pendirian lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Tumpaan, Kecamatan Tumpaan beberap waktu lalu, mendapat perhatian serius Bupati Minsel Drs Ramoy Luntungan. Menurut dia, bila pengoperasian TPA itu memicu gejolak atau penolakkan warga, pihaknya segera mengevaluasi dan mengkaji kembali status lokasi TPA Tumpaan tersebut.
Dijelaskannya, pendirian TPA Tumpaan sebenarnya masih bersifat sementara, atau masih dalam taraf uji coba. Namun mendahului proses kajian dan evaluasi, pemerintah sejak awal telah menetapkan dua lokasi TPA masing-masing di Mobongo Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat dan di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan. "Dalam penilaian kami, status TPA Tumpaan diperkirakan bisa menampung sampah tiga bahkan lima tahun kedepan. Namun semuanya itu, tidaklah mutlak. Bila dinilai tak layak lagi, ditambah hadirnya keberatan warga, pemerintah segera mencari jalan keluar memindahkan ke lokasi TPA yang lebih aman lagi," kata Luntungan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga asal Tumpaan mengecam dan menolak beroperasinya TPA Tumpaan. Alasan warga, selain mencemari sungai yang diketahui sebagai sumber kehidupan warga sekitar, juga memunculkan bau busuk karena berdekatan dengan jalan raya.(pen)
Winowatan Mengaku Siap Terima Tantangan
TAK sedikit orang di jajaran Pemkab Minsel yang mengenal lebih jauh sosok birokrat muda potensial Andre Winowatan SSos, yang kini dipercayakan sebagai juru bicara Pemkab Minsel yang baru menggantikan Drs Benny Lumingkewas. Dibalik kepercayaan dan tanggung-jawab yang besar untuk bisa menahkodai para insan pers yang sering ngepos di Kabupaten Minsel, ternyata tak membuat Winowatan yang merupakan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minsel yang baru ini ciut apalagi grogi. Ketika dimintai tanggapannya soal tanggung-jawab yang besar menjadi juru bicara Pemkab Minsel, Winowatan dengan penuh keyakinan menyatakan siap menjalankannya sesuai kemampuan yang dimilikinya. Namun dibalik kemampuannya itu, Winowatan juga berharap agar ada pengertian maupun hubungan emosional yang baik tercipta antara dirinya dan para wartawan. Supaya dalam menjalankan tugas, khususnya menyebarkan program Pemkab Minsel para wartawan bisa merefleksikan itu sebagai bentuk hubungan kemitraan yang harmonis dan berwibawa. "Saya tak ingin menekan kebebasan pers para rekan wartawan. Kalau ada kritikan yang bersifat membangun silakan saja diekpos, itu demi jalannya fungsi kontrol sosial ditengah masyarakat," jelas Winowatan.
Ditambahkan jebolan STPDN Jatinangor ini, dalam merintis karir di jajaran Pemkab Minsel apa yang menjadi keputusan atasan, khususnya soal kepercayaan jabatan yang diberikan kepadanya sudah jelas harus diterima dan dikerjakan semaksimal mungkin. "Berhadapan dengan wartawan, siapa takut. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung-jawab yang diberikan atasan. Jadi sudah pasti harus menerima tantangan tersebut," ungkap Winowatan.(epen)
Kesbang Minsel Daftar 12 Partai Politik
Meski batas akhir pendaftaran partai politik (Parpol) di Departemen Hukum dan HAM di Jakarta sudah akan berakhir 27 Februari mendatang, namun sampai saat ini di Kabupaten Minsel baru tercatat 12 Parpol yang resmi mendaftarkan diri untuk siap bertarung dalam hajatan Pemilu 2009 mendatang. Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas Pemkab Minsel, Drs Johanis Pinaria kepada Komentar kemarin menyatakan, sampai saat ini pihaknya secara resmi baru menerima pendaftaran 12 Parpol.
Menurutnya, jumlah itu nantinya bakal mengalami peningkatan dikarenakan diketahui masih banyak Parpol yang sementara dalam tahap konsolidasi maupun sosialisasi kepada masyarakat.
Dijelaskan Pinaria yang mantan Kepala Pasar Minsel ini, batas akhir pendaftaran parpol di Kabupaten Minsel masih akan disesuaikan lagi dengan jadwal pemerintah pusat dan propinsi. “Apakah harus tanggal 27 Pebruari, atau masih ada kelonggaran, hingga batas waktu yang belum ditentukan," jelas Pinaria.(pen)
Nama Parpol yang Sudah Terdaftar di Kesbang Minsel
1. Partai Kebangsaan, Ketua : Drs Harry H Paat
2. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Ketua : Billy Regar S.Sos
3. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Ketua : Franco G Rumokoy S.Sos
4. Partai Bela Negara, Ketua : Joddy RE onteng SE
5. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Ketua : Fonny Singkoh
6. Partai Demokrasi Pembaharuan, Ketua : Franny Donald Toloh SE
7. Partai Republiku, Ketua : Yones Kaseger SE
8. Partai Karya Pembangunan (PKP), Ketua : Stenly Kumolontang
9. Partai Keadilan Persatuan, Ketua : Dantje Kaligis SH
10. Partai Kristen Demokrat, Ketua : Welly Mewoh S.Sos
11. Partai Peduli Daerah, Ketua : Yanny Rungkat
12. Partai Solidaritas Nasional, Ketua : Nico Tuwo.
|
|