|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
22 Februari 2008
|
|
dr Supit Sesalkan Sikap
OC Kaligis Terkait MSM
|
Ketua Majelis Adat Minahasa (MAM), dr Bert Adriaan Supit, menyesalkan sikap OC Kaligis (OCK) yang terkesan membela Meares Soputan Mining (MSM), padahal sudah ditolak pengoperasiannya oleh pemerintah dan masyarakat Sulut. “Tanpa mencampuri profesinya sebagai pengacara, tapi sebagai orang Minahasa seharusnya OC Kaligis bisa bersikap bijaksana dalam kaitan dengan kasus MSM,” ujar Supit kepada harian ini, Kamis (21/02).
Menurut Supit, sikap Kaligis saat ini berbeda dengan kasus PT Newmont Minahasa Raya (NMR) yang lalu. Di mana pada saat itu Kaligis justru berupaya membela pemkab dan rakyat Minahasa untuk mendapatkan miliaran rupiah sebagai kompensasi NMR ter-hadap usaha pertambangan-nya di Ratatotok.
Dikatakan Supit, pihaknya sangat mendukung kebijakan Gubernur Sulut Drs SH Sa-rundajang yang menolak ber-operasinya MSM, dengan ala-san akan mengganggu lingku-ngan.
“Saat ini dunia terfokus pada penyelamatan lingku-ngan. Dan Sarundajang patut mendapat dukungan masya-rakat Sulut, karena berani melakukan penolakan terha-dap kapitalisasi internasional yang mengabaikan lingku-ngan,” tutur Supit yang juga pendiri Yayasan Suara Nu-rani.
Ia menambahkan, sesuai dengan informasi yang diper-olehnya, salah satu Bank di Jerman (West LB) yang sela-ma ini mendukung investasi MSM telah menarik diri, begitu mengetahui adanya penolakan dari masyarakat Sulut terhadap usaha pertam-bangan tersebut.
“Ini suatu bukti bahwa isu lingkungan memang sangat serius, karena dampaknya akan dirasakan masyarakat,” tuturnya lagi.
Supit mengatakan, kontrak karya yang dilakukan Depar-temen Pertambangan dan Energi tidak seharusnya dite-lan begitu saja, tanpa mem-pertimbangkan aspek-aspek sosial.
Begitu pula dengan aspek pemerintahan, di mana pe-merintah daerah juga harus dihargai sebagai pemegang kekuasan otonomi.
‘’Karena itu kami mengha-rapkan agar persoalan MSM ini tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi dan peraturan perizinan, tapi juga pertim-bangan-pertimbangan yang dapat mempengaruhi suatu kebijakan,” ujarnya.
Mengenai ancaman akan adanya Arbitrase Interna-sional, tambahnya, sudah tentu mereka tidak akan be-gitu saja mengambil keputu-san, tanpa mempertimbang-kan hal-hal lain, khususnya menyangkut lingkungan.(jef)
|
|