|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Ekonomi dan Bisnis
|
23 Februari 2008
|
|
Dampak Pemangkasan Anggaran, PLKA Sulut Tertunda
|
Pelaksanaan Pasar Lelang Komoditi Agro (PLKA) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang bia-sanya digelar tiap bulan sekali mengalami penundaan, akibat dampak pemangkasan anggar-an oleh pemerintah pusat.
“Pemangkasan anggaran ter-sebut menyebabkan dana pe-merintah terlambat cair akibat-nya PLKA bulan Januari dan Februari tahun 2008 dipastikan tidak akan mungkin digelar,” kata Kepala Sub Dinas Per-dagangan Dalam Negeri, Dis-perindag Sulut, Janny Rembet, Kamis (21/02) di Manado.
Tahun 2007 lalu, Pemrop Sulut mendapatkan alokasi dana seki-tar Rp 500 juta untuk pelaksa-naan PLKA, sedangkan untuk tahun 2008 sudah dipastikan dana makin berkurang minimal 15 persen. “Meskipun dana ti-dak sebanyak tahun lalu, tetapi Pemrop Sulut sudah bertekad untuk terus menggelar PLKA sebab terbukti menjadi alternatif pemasaran komoditi unggulan Sulut,” kata Janny.
Pelaksanaan pertama pada tahun 2008, direncanakan tanggal 6 Maret 2008 dengan melibatkan pihak penjual yak-ni para petani dan industri ke-cil di Sulut, sedangkan pihak pembeli, para pedagang baik lokal maupun dari daerah lain juga ikut dilibatkan
“Pembeli luar daerah semakin tertarik karena komoditi petani cukup tersedia, buktinya pem-beli Jawa Timur sengaja datang di Manado mengecek kapan pe-laksanaan PLKA,” tambah Janny.
Sementara itu Marthen Nel-wan, salah seorang petani yang selalu hadir dalam PLKA Sulut ketika ditemui mengatakan, per-dagangan forward tersebut telah memberikan jalan alternatif pe-masaran hasil pertanian dan perikanan. “Masalah pasar men-jadi kendala petani, dengan PLKA maka bukan hanya pasar semakin terbuka, tetapi me-mungkinkan petani mendapat-kan harga lebih tinggi sebab ran-tai distribusi jadi lebih pendek,” tukas Marthen.(wel)
|
|