HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

23 Februari 2008

Ajarkan Kegiatan Religus Aneh, Warga Pineleng Diperiksa Poltabes


Hadirnya sebuah aliran re-ligius yang diduga tidak lazim (aneh), membuat resah warga Desa Pineleng I, Kecamatan Pineleng. Pasalnya, ajaran yang diberikan dalam aliran tersebut diduga telah me-nyimpang dari ajaran Islam. Akibatnya, warga pun men-datangi Mapoltabes Manado dan melaporkan RM alias Ram (42), pria asal Gorontalo yang kini tinggal di Desa Pine-leng 1 Jaga XI, Kecamatan Pine-leng, Kamis (21/02) malam lalu. 
Atas laporan warga tersebut, akhirnya Tim Poltabes Manado langsung mendatangi lokasi yang menjadi tempat kegiatan aliran yang diduga sesat terse-but. Dan sekitar pukul 19.30 Wita, polisi berhasil menjemput Ram dan membawanya ke Ma-poltabes Manado untuk menja-lani pemeriksaan lebih lanjut. Tim Poltabes juga mengaman-kan sebuah buku berwarna me-rah yang telah dijilid, yang me-nurut pengakuan Ram ditulis oleh gurunya Herry yang ada di Girian, Bitung.
Informasi yang diperoleh wartawan, Jumat (22/02) ke-marin menyebutkan, dalam pe-meriksaan tersebut, Ram me-nuturkan tentang kegiatan yang dilakukannya bersama 7 orang muridnya di Pineleng. Namun pengakuan Ram saat diinte-rogasi agak berbelit-belit dan terkesan direkayasa. Salah satu contohnya, ketika pertama kali diperiksa, Ram mengaku dalam alirannya tersebut mereka men-jalani sholat sekali dalam sehari dan berlangsung pada malam hari. Namun dalam pemerik-saan selanjutnya, Ram menga-ku dalam sehari mereka menja-lani sholat sebanyak 7 kali.
Pengakuan Ram ini menurut warga berbeda dengan ajaran Islam yang dijalani selama ini, yakni menjalankan sholat 5 kali dalam sehari. Selain dari itu, aliran yang dijalaninya ini, mengajarkan mereka untuk tidak perlu menjalani puasa dan lebih mengutamakan Shikir atau puji-pujian dari pada sholat. Yang lebih mengherankan lagi, Ram mengaku kalau dirinya telah menerima wahyu untuk menjalankan ajaran tersebut.
Selain itu, Ram yang memiliki dua anak ini juga menuturkan perjalanannya dari awal hingga akhirnya membentuk kelom-poknya di Pineleng. Menurut-nya, kegiatan ini berawal dari keikutsertaannya pada kelom-pok yang dipimpin Herry pada 3 tahun yang lalu bersama 39 orang lainnya di Girian. Setelah 3 tahun menjadi pengikut Her-ry, Ram membuka ‘cabang’ aliran ini di Pineleng dengan 7 orang pengikutnya. Para pengi-kutnya itu umumnya adalah anggota keluarga dan sanak- saudaranya. Namun sayang-nya, belum lama menjalani ak-tivitasnya tersebut, warga Pine-leng yang mengaku resah de-ngan keberadaan mereka, me-lapor ke Mapoltabes Manado.
Setelah mendapat penjelasan dan keterangan dari Ram, ke-esokan harinya, Jumat (22/02), polisi langsung mengundang pihak Depag Manado dan MUI Manado untuk mengklarifikasi persoalan tersebut. Sekretaris MUI Manado, Mastur ketika di-konfirmasi wartawan mengakui, baru mendapatkan informasi soal adanya aliran tersebut. Karena itu, pihaknya akan tetap melaku-kan kajian terhadap kegiatan Ram cs. Meski demikian, pihak-nya menduga ajaran yang dija-lankan Ram cs termasuk aliran sempalan atau aliran yang melen-ceng dari ajaran agama Islam.
“Tapi kita masih harus kaji dulu. Kan ajaran Islam yang se-benarnya adalah ada Sholat 5 waktu, ada puasa, ada zakat dan ada haji. Jadi kalau ada aja-rannya yang melenceng dari ajaran Islam, ya kita akan hentikan. Kan ada fatwah, nanti kita keluarkan fatwanya. Se-mentara ini untuk tidak mere-sahkan masyarakat seyogyanya kita harus bisa mengekangnya. Artinya bapak yang memberi-kan ajaran tersebut (Ram, red) harus di-cross check permasala-hannya dulu. Dan kami imbau masyarakat jangan mudah percaya. Sekarang kan banyak ajaran yang kita sendiri agak susah untuk menghentikan-nya,” tukasnya.
Kapoltabes Manado, Kombes Pol Drs Bambang Sugeng SH MH ketika dikonfirmasi melalui Kasat reskrim Poltabes Kompol RH Wibowo membenarkan hal tersebut. “Karena warga menga-ku resah dengan keberadaan dan aktivitas Ram cs yang di-nilai menyimpang dari ajaran Islam, sehingga kita melakukan pemeriksaan terhadap Ram cs. Juga kita telah berkoordinasi dengan pihak Depag Manado dan MUI Manado untuk mem-perjelas persoalan ini,” jelasnya.
Wibowo mengakui hasil pe-nyelidikan terhadap Ram cs dan aktivitasnya masih terus ber-langsung. Termasuk di dalam-nya berkoordinasi dengan pi-hak-pihak yang terkait. Namun demikian hasil sementara me-nyebutkan kegiatan yang dila-kukan Ram cs belum mengarah pada aliran yang menyesatkan. “Tidak ada nama aliran tersebut. Dan hasil sementara belum ada kegiatan penyesatan. Tapi kita tetap berkoordinasi dengan pihak terkait. Yang bersangkutan (Ram, red) belum ditahan, namun demikian, kita akan terus me-mantau keberadaan dan kegia-tan Ram. Para murid Ram juga akan dimintai keterangan,” pa-parnya sembari meminta ma-syarakat untuk tidak terprovo-kasi dengan hal tersebut.(imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin