HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Induk

23 Februari 2008

Lintas Berita Minduk 


Harga Raskin Diduga Dimainkan
Pineleng-Jika benar, dugaan ini patut ditelusuri le-bih lanjut. Betapa tidak, diper-oleh informasi bahwa harga Beras Miskin (Raskin) yang dijual pada suatu desa tertentu di Kecamatan Pineleng, di-anggap sangat mahal. 
Menurut warga setempat, raskin untuk warga miskin di desa tersebut dijual dengan harga Rp 2.200 per kg. “To-long ngoni cek akang, apa me-mang harga raskin yang sebe-narnya. Soalnya harga raskin yang disalurkan di sini, dapa lia mahal,” ujar seorang warga sembari mewanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan. 
Secara terpisah, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Mina-hasa melalui Kabag Pereko-nomian Setdakab Minahasa, Vicky Tanor SPi MSi, ketika di-mintakan tanggapan, nampak sangat terkejut. Sebab me-nurutnya, harga raskin yang dijual kepada masyarakat miskin hanya Rp 1.600 per kg. “Di mana yang jual mahal?” tanya Tanor.
Saat disampaikan bahwa ini terjadi di suatu desa di Keca-matan Pineleng, Tanor lang-sung menghubungi camat se-tempat. Hanya saja, lanjut Tanor, Camat Pineleng mem-bantah apabila ada terjadi ke-naikan harga dalam penya-luran raskin di wilayahnya. Meski begitu, Tanor menyata-kan akan turun langsung ke lapangan untuk mengeceknya lebih lanjut.(dav)

Masyarakat Tombulu Peduli Danau Tondano
KAMANGTA-Sekitar 70 anggota masyarakat Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Jumat (22/02) kemarin, menunjukkan sikap peduli akan Danau Tondano, dengan turun langsung mengangkat enceng gondok di wilayah Desa Watumea, Kecamatan Eris. 
Hukum Tua Desa Kamangta, Johan Regar, didampingi Sekdes Teddy Wewengkang berharap, bentuk kepedulian mereka bisa diikuti oleh desa-desa lainnya sehingga Danau Tondano yang merupakan sumber listrik PLTA dan kebanggaan warga Minahasa dapat terpelihara dan bermanfaat bagi masyarakat Minahasa pada umumnya.
Di lokasi terpisah Desa Watumea, Camat Tombulu Ir Hengky Kaunang, PNS, beserta sejumlah masyarakat yang berada di Kecamatan Tombulu berserta kumtuanya tak mau kalah dengan aksi yang dilakukan masyarakat Desa Kamangta. Mereka juga secara gotong-royong mengangkat eceng gondok yang menutupi danau.(***)

EG Mulai Berkurang
KAKAS-Meski tergolong sedikit, namun populasi Eceng Gondok di Danau Tondano dipastikan mulai berkurang. Menyusul adanya kerja bakti jajaran PNS Pemerintah Kabupaten Minahasa secara rutin setiap Jumat Pagi, di kawasan pesisir Danau Tondano. 
Terpantau Jumat (22/02) kemarin, tak sedikit Eceng Gondok yang berhasil diangkat dari wilayah pesisir Danau Tondano, tepatnya di Desa Kaweng Kecamatan Kakas. Sebelumnya, ratus-an PNS dan kelompok tani nampak sibuk berjibaku mengangkat Eceng Gondok dari di dalam air. Tak ketinggalan juga puluhan karyawan PDAM Minahasa yang dipimpin langsung Direktur Utama, Recky Pontoh SE Ak, MBA. Meski kedinginan, namun senyum bangga terus terlihat di bibir mereka.
Sementara menurut sejumlah warga, perlu ada keterlibatan massa dalam jumlah banyak agar upaya ini membuahkan hasil lebih maksimal. “Memang tak mudah mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Tapi sudah ada pengalaman, kampanye lalu berhasil mengumpulkan ribuan massa . Jadi mengapa tidak strategi ini digunakan lagi,” ujar Winkly Oroh, sembari mengaku dirinya siap turun danau saat kerja bakti massal tersebut berlangsung, apabila tidak disibukkan pekerjaan lain.(dav)

Minahasa Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian
LANGOWAN-Jumlah tenaga penyuluh pertanian di Minahasa ternyata sangat kurang. Ini sangat ironis karena Kabupaten Minahasa dikenal sebagai daerah yang memiliki areal cukup luas dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Utara. 
Untuk itu pemerintah diminta segera melakukan upaya-upaya dalam rangka penambahan tenaga penyuluh pertanian. “Harus diakui, kita kekurangan tenaga penyuluh pertanian. Sehingga produksi pertanian kita belum mengalami kemajuan yang berarti. Ini saya kira butuh perhatian dari Pemerintah Kabupaten Minahasa,” ujar salah seorang legislator Minahasa, Stenly Robot. 
Lebih lanjut kata legislator asal Langowan ini, kekurangan tenaga penyuluh pertanian sangat jelas terlihat. “Areal pertanian di Langowan cukup luas. Tapi setahu saya hanya ada dua tenaga penyuluh pertanian di sini. Padahal, satu tenaga penyuluh idealnya mengayomi tiga atau lima kelompok tani. Jadi perlu tenaga penyuluhnya perlu ditambah,” ketusnya.(dav) 

Sebagian Warga Tolak Gabung, Peresmian Desa Tikela Bakal Tertunda
TONDANO-Persemian Desa Tikela untuk bergabung dengan Minahasa, disinyalir bakal mengalami penundaan. Pasalnya, dari informasi yang dirangkum harian ini, di Desa Tikela sendiri sebagian warganya menolak untuk bergabung dengan Minahasa. Namun, ada juga sebagian warga yang ingin bergabung dengan Minahasa. “Untuk peresmian Desa Tikela yang akan bergabung dengan Kabupaten Minahasa, bakal mengalami penundaan. Karena ada sebagian warga yang menolak untuk bergabung,” ujar salah satu warga, Robert K. 
Menurut Robert, sampai saat ini Pemkab Minahasa belum memberikan informasi tentang peresmian Desa Tikela ini. “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda dan kabar dari pihak pemkab melakukan peresmian di desa kami,” ujarnya. 
Sebelumnya, pihak pemkab melalui Kabag Pemerintahan Desa, F Maindoka, menyatakan kalau dalam waktu dekat ini desa tersebut akan segera diresmikan.(tr-01)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin