HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Manado dan Sekitarnya

23 Februari 2008

Lintas Berita Kota


Jalan Depan Pelabuhan Manado Rusak Parah
KeBeradaan jalan berlu-bang tak pernah lepas dari di-namika Kota Manado. Di mana-mana masih dihiasi jalan berlu-bang. Salah satunya, jalan yang ada di depan Pelabuhan Ma-nado yang saat ini mempri-hatinkan karena rusak parah. 
Terpantau harian ini (22/02), jalan berlubang ini tepat berada di depan pintu masuk pela-buhan antar pulau tersebut. Ada sejumlah lubang menga-nga. Bahkan akibat lubang me-nganga tersebut, bila hujan da-tang langsung terjadi genangan air, yang berdampak pada ke-macetan kendaraan. 
“Lengkali kalo ujang datang memang kurang rupa kuala mati, soalnya ini lubang-lubang berukuran besar sehingga se-ring jaga macet,” ujar Tomy se-orang buruh bagasi. 
Hal ini perlu adanya perhatian dari pemerintah Kota Manado, pasalnya jalan yang ada di de-pan pelabuhan tersebut, meru-pakan jalan protokol, bahkan ja-lan tersebut merupakan pintu ger-bang bagi Kota Manado.(tr-02)

Sampah Menumpuk di Jalur Boulevard
Manado-Nampaknya piala Adipura sulit untuk diraih kem-bali oleh Kota Manado, pasal-nya, hingga saat ini sejumlah wilayah masih dihiasi tumpukan sampah. Salah satunya di jalur Boulevard yang masih dihiasi sampah yang menumpuk.
Terpantau harian ini, Jumat (22/02) kemarin, tumpukan sampah ini berada tepat di 
depan ITC Marina atau bela-kang kantor Pertamina jalan Boulevard. Terlihat tumpukan sampah tersebut dibiarkan dan tak diangkat. 
Bahkan tumpukan sampah tersebut, telah menimbulkan bau tak sedap. Sejumlah warga sem-pat mengomentari tumpukan sampah di wilayah tersebut. “Memang dorang ja terlambat angka sampah di tempat itu, aki-batnya bau tidak sedap sering menyengat,” ujar seorang ibu yang tinggal di wilayah tersebut. 
Bahkan terpantau di sekitar wilayah tersebut terkesan sem-rawut, karena sampah-sampah masih banyak berserakkan. Tentunya hal ini perlu di per-hatikan oleh dinas terkait, me-ngingat tim pemantau adipura tak lama lagi akan berada di Kota Manado.(tr-02)

Site Plan Mayondi Rampung
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk me-nyiapkan lahan relokasi yang representatif bagi warga Kam-pung Texas terus dimatang-kan. Di mana pekan ini per-siapan rehabilitasi dan pem-bangunan sarana dan prasa-rana di Mayondi Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil, digenjot. 
Setelah dilakukan pemata-ngan lahan, site plan atau gambar situasi dan tata letak kawasan tersebut juga telah diselesaikan pihak Dinas Pra-sarana Umum (PU) Manado.
Demikian dijelaskan Kepala Bagian Penyusunan Program Setkot Manado, Ir Revind Lewan kepada wartawan yang turut dibenarkan Kepala Di-nas PU, Boy Naray. 
Menurut Lewan karena di lokasi tersebut sudah berdiri sejumlah rumah warga, maka dilakukan kebijakan untuk pematangan lokasi yang memang berbukit-bukit itu dengan sementara waktu memindahkan bangunan-bangunannya.
Maksud adanya pematangan dan site plan tersebut, untuk memudahkan penataan ka-wasan tersebut sehingga tidak lagi akan menciptakan pe-mukiman kumuh. 
“Kalau juga tidak ditata se-perti itu, maka jangan-jangan kondisinya akan menjadi seperti tempat asal mereka, pemerintah mau yang terbaik tentunya untuk warga,” tan-das keduanya.(gra)

Lakukan Penertiban, Pol PP Diduga Minta Uang Pengaman
Penataan Kota Manado untuk bebas dari pedagang yang meng-ganggu pemandangan kota, tak lepas dari peran perangkat Sa-tuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), namun citra baik tersebut tidak dibarengi dengan profe-sional kerja yang baik. 
Pasalnya, akhir-akhir ini ketika melakukan penertiban, Pol PP diduga masih meminta atau menerima sogokan uang dari pedagang, yang tujuannya agar barang-barang dagangan pedagang aman dari penertiban.
Penelusuran harian ini, masih terbukti adanya fenomena bu-ruk tersebut. Nani seorang pe-dagang yang biasanya mema-jangkan dagangan di pertokoan Multy Mart , Kamis (21/02) lalu terkena penertiban oleh Pol PP mengungkapkan, barang da-gangannya aman setelah me-nyetor uang sebesar Rp 50 ribu. 
“Pertama dorang so angka kita pe jualan kong ada seorang anggota Pol PP ba suara ada doi, kong kita bilang tape doi cuma Rp 50 ribu, mar dia ba paksa minta Rp 100 ribu,” ujar Nani.
Setelah terjadi tawar-mena-war, aku pedagang tadi, akhir-nya oknum anggota Pol PP tadi mau menerima Rp 50 ribu se-perti yang disanggupi Nani. “Karena kita so kase doi, aman kita pe barang-barang. Kalo nyanda bagitu, dorang pasti angka kita pe barang,” tandas-nya.(tr-02)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin