CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

23 Februari 2008

Strategi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Busuk Pucuk Kelapa di Sulut(2)
Oleh: Prof. Dr. Ir. Dantje T. Sembel 1) dan Dr. Ir. Semuel D. Runtunuwu2).

 IKUTI BERITA LAIN

UU Yayasan Berdampak ‘Masalah UKIT’?(4)
Oleh: Denny R Palilingan SH

SURAT PEMBACA

TKB Jangan Lagi jadi Tempat Mangkal PSK

 COMMENTAREN

Pentingkan Dana atau Moral?

 
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, kelapa merupakan salah satu tanaman tahunan yang sangat penting karena semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan budaya. Karenanya kelapa dijuluki sebagai pohon kehidupan (The tree of life). Dari kelapa dapat dihasilkan minyak goreng, kelapa parut kering (desiccated coconut), VCO, santan cair dan beku, air kelapa segar, nata de coco, kelapa muda, kue kelapa dan masih banyak lagi produk-produk makanan lainnya yang potensial untuk dikembangkan.

Karena pada saat terlihat ge-jala awal, titik tumbuh tanam-an telah mati dan tidak ada cara apapun untuk dapat me-ngendalikan atau menyem-buhkan penyakit ini apalagi setelah bagian pucuk kelapa menjadi busuk. Tidak ada je-nis predator apapun seperti yang diklaim dalam media Ko-mentar tgl 19 Februari 2008 hal 24 yang dapat memberan-tas penyakit (bukan hama) busuk pucuk kelapa. (Apeksu Temukan Predator Virus Busuk Pucuk yang Baru). Tanaman kelapa yang telah terserang harus segera dimusnahkan, karena patogen ini mampu meningkatkan populasinya, baik pada pucuk tanaman yang diserang maupun pada buah-buah kelapa yang gugur dan spora-spora jamur ini da-pat bertahan lama dalam ta-nah dan menjadi sumber spo-ra penyakit untuk menginfeksi tanaman kelapa yang sehat.
Pencegahan dan pengendali-an penyakit busuk pucuk ke-lapa di Sulawesi Utara harus dilakukan secara sungguh-sungguh, terus menerus dan terpadu, meliputi:
1. Membuat pemetaan dae-rah yang sudah terserang penyakit sehingga dapat ditentukan daerah-daerah yang menjadi prioritas da-lam melakukan pengendali-an sehingga serangan pe-nyakit tidak meluas. 
2. Melakukan pemusnahan ta-naman yang sudah terse-rang (eradikasi). Tanaman yang sudah terserang sege-ra ditebang dan dibakar su-paya tidak menjadi tempat patogen memperbanyak diri.
3. Membersihkan sisa-sisa ta-naman (sanitasi), termasuk buah-buah yang gugur atau habis diambil airnya karena bisa menjadi tempat pato-gen memperbanyak diri.
4. Mencegah penularan pato-gen ke tanaman yang belum terserang melalui penyem-protan dengan fungisida pa-da tanaman muda dan ter-jangkau untuk disemprot
5. Melakukan penyuntikan/infus fungisida melalui akar atau batang
6. Memperkuat pertahanan ta-naman terhadap penyakit melalui pemeliharaan ta-naman yang selama ini ter-kesan terlantar
7. Mengganti tanaman yang te-lah terserang dengan kulti-var kelapa unggul, yaitu ta-naman yang tahan penyakit dan berproduksi tinggi se-suai dengan hasil penelitian BALITKA Mapanget dan Fa-kultas Pertanian Unsrat.
8. Penanaman kembali dilaku-kan dengan menggunakan sistem tanam dengan geno-tipe campuran. Dengan ada-nya genotipe campuran, ka-laupun ada tanaman kelapa yang terserang penyakit tapi ada kelapa lainnya yang ti-dak terserang penyakit. Prin-sip ini, pada tanaman se-musim dikenal dengan ta-naman campuran (tumpang-sari) sebagai upaya teknik budidaya tanaman.
9. Penanaman kembali dilaku-kan dengan sistem dan jarak tanaman non konvensional, yaitu 6 x 16 m agar terdapat ruang yang cukup untuk menanam tanaman semu-sim di antara tanaman kela-pa sepanjang tahun.
10. Membuat Prosedur Tetap (Protap) pengendalian pe-nyakit BPK sehingga petani dan petugas lapangan dapat melakukan pengendalian penyakit secara mandiri. Protap memuat teknologi pe-ngendalian penyakit BPK yang praktis, sehingga dapat diterapkan oleh petugas la-pangan dan petani. 
11. Melakukan pelatihan/sosia-lisasi protap kepada petugas lapangan dan petani. 
12. Monitoring terhadap tanam-an, agar tanaman yang telah menunjukkan gejala serang-an stadium awal langsung dimusnahkan agar patogen tidak sempat memperba-nyak diri dan menulari ta-naman lainnya. 
Keberhasilan Pengen-dalian Penyakit BPK
Mengingat pengendalian pe-nyakit busuk pucuk kelapa (BPK) membutuhkan dana yang besar, penerapan teknologi pe-ngendalian penyakit yang tepat, dan serangannya yang sudah meluas maka diusulkan perlu adanya suatu tim yang khusus menangani pengendalian pe-nyakit ini. 
Tim ini sebaiknya terdiri dari pemerintah sebagai penentu kebijakan, Balitka dan akade-misi untuk dukungan iptek. Tim ini perlu juga mendapat du-kungan dari DPR RI, khususnya Komisi IV yang membidangi Pertanian, Perikanan, Kelautan, Kehutanan dan Pangan sebagai pemegang kuasa penganggar-an. Agar Komisi IV DPR RI ber-sama Menteri Pertanian menye-diakan dana bukan hanya un-tuk menangani masalah penya-kit BPK tapi juga untuk pe-ngembangan tanaman ini ke depan.
Selain itu program pencegah-an dan pengendalian busuk pu-cuk kelapa harus mendapat du-kungan dari petani kelapa ter-utama dalam menerapkan prin-sip-prinsip pengendalian yang telah ditetapkan untuk menda-patkan program pencegahan dan pengendalian yang menye-luruh.(habis)

1). Penulis ialah Dekan dan Guru Besar pada Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Unsrat .
2) Penulis ialah Ketua UPT Penelitian dan P2M Fakultas Pertanian 
Unsrat.

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin