CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Pendidikan dan Budaya

23 Februari 2008

Pernyataan Sondakh Didukung Mahasiswa dan Alumni

 

 IKUTI BERITA LAIN

Daerah Kepulauan Dapat Perhatian Khusus

SMPN 3 Manado Sekolah Berwawasan Lingkungan

Pernyataan Pejabat Rektor Unsrat Prof Dr Ir LW Sondakh MEc mengenai kurangnya peran Pemprop Sulut dalam pengembangan Unsrat ternyata mendapat dukungan dari elemen mahasiswa, alumni. Bahkan dalam press realease yang diterima harian ini Jumat (22/02), disebutkan sebaiknya dilakukan debat ilmiah untuk menyelesaikan polemik ini.
“Kami selaku mahasiwa dan unsur Komunitas Alumni Unsrat (KAU) Unsrat mendukung statement Pak Rektor dan menantang untuk melakukan debat ilmiah antara rektor dan gubernur,” tegas elemen aktivis mahasiswa yang diwakili Terry Supit, Sekretaris Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Ferry Mandang SAB, serta perwakilan KAU William Luntungan ST dan S Victor Mangoting SIP.
Menurut mereka, pernyataan Sondakh tersebut, tentunya telah melalui kajian yang matang brdasarkan fakta dan logika. “Dalam hal ini yang diharapkan, perhatian kepada Unsrat bukan hanya sekadar menampung akademisi sebagai staf ahli dan panitia Worl Ocena Conference (WOC) saja. Tapi lebih pada penyelesaian pendidikan terutama juga mahasiswa,” pungkas mereka.
Hal senada juga disampaikan Prof Drs R Solangs dalam press realeasenya. Menurut Ketua LPM Unsrat ini, seharusnya kritikan tersebut dilihat sebagai hal positi dan kepedulian perguruan tinggi. “Seharusnya pemprop melihat kritik dari akademisi sebagai suatu hal positi terhadap suksesnya WOC, bukan sebaliknya,” katanya.
Disamping itu, secara khusus Solangs juga menyentil mengenai tangapan Wakadis Diknas Sulut Drs Arnold Poli SH MAP. “Kalau bapak (Poli, red) ‘habis pikir’ tentang statement rektor, maka kami tentunya berpikir lain. Pak rektor tentunya memberikan statement setelah ‘pikir habis’ dari akademisi,” pungkasnya.
Sementara menurut Direktur Pascasarjana Unsrat Prof Dr Dicky Th Walalangi, sebagai akademisi dirinya menempatkan pada pada posisi netral. “Sebab menurut hemat saya, pernyataan dalam kaitan dengan pembekalan kepada guru besar yang dikukuhkan. Sehingga rektor, memberikan motivasi kepada mereka untuk dapat berkarya dan memajukan Unsrat. Jadi sebenarnya ini hanya salah persepsi saja, tergantung dari sudut mana kita menilainya,” tandasnya.(vic)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin