|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
23 Februari 2008
|
|
DPTNB mengaku pemasukan sangat minim
Tarif Masuk TNB Bakal Dinaikkan
|
Tarif masuk Taman Nasional Bunaken (TNB) yang dipatok sebesar Rp 150 ribu per orang per tahun, dinilai sangat rendah dan akhirnya mempengaruhi pemasukan untuk kas daerah. Karena itu, sedang dibicarakan kemungkinan menaikkan besaran tarif tersebut.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprop Sulut, Drs Marietha Kuntag MBA mengungkapkan, di taman laut Raja Empat yang ada di Papua misalnya, tarif yang dikenakan sebesar Rp 500 ribu untuk satu kali masuk.
Oleh karena itu, paparnya, dalam waktu dekat bersama-sama dengan instansi terkait, bakal dilakukan pembahasan sebagai upaya untuk menaikkan tarif. “Ternyata tarif masuk ke Bunaken sangat murah sekali jika dinadingkan dengan Raja Empat. Karena itu kita harus cari cara agar tarif dapat dinaikkan,” ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi dengan Yayasan Lestari, WWF dan Balai Taman Nasional, Jumat (22/02) kemarin.
Akibat kondisi tersebut, kata Kuntag sangat berpengaruh terhadap operasional TNB sendiri, yang selama ini hasil atau pendapatannya tidak seimbang dengan pengeluaran yang sebagian besar dimanfaakan untuk pemberdayaan masyarakat. “Untuk meningkatkan pendapatan TNB, tidak dapat hanya berharap dari jumlah tarif yang diberlakukan saat ini. Apalagi, kawasan TNB ini menjangkau wilayah Minsel hingga Minut,” katanya.
Di sisi lain, Kuntag juga mengatakan bahwa menyambut iven World Ocean Conference (WOC) pada tahun 2009 mendatang, maka fasilitas TNB sudah waktunya mendapat perhatian khusus. Hal tersebut antara lain penanganan sampah. “Bukan hanya itu, penerangan listrik sudah waktunya dapat direalisasikan. Demikian juga halnya dengan pengadaan air bersih,” ujar Kuntag.(eda)
|
|