CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Otonomi dan Suksesi
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Politik dan Pemerintahan

23 Februari 2008

DPTNB mengaku pemasukan sangat minim
Tarif Masuk TNB Bakal Dinaikkan

 

IKUTI BERITA LAIN

Terima Dekon Rp 500 Juta, BPLH Fokus Peningkatan Amdal
Sebelum 23 Juli, OPD Sudah Harus Diperdakan
Komisi D DPRD Sorot Kinerja Kadisnaker Sulut
FPG-FPDIP Klaim tak Terlibat Mafia Proyek
PG Rp 320 juta, PDIP Rp 180 juta 
Sembilan Parpol DPRD Sulut Dapat Dana Rp 900 Juta
Warga Pertanyakan Perda Penghargaan DPRD

Tarif masuk Taman Nasional Bunaken (TNB) yang dipatok sebesar Rp 150 ribu per orang per tahun, dinilai sangat rendah dan akhirnya mempengaruhi pemasukan untuk kas daerah. Karena itu, sedang dibicarakan kemungkinan menaikkan besaran tarif tersebut.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprop Sulut, Drs Marietha Kuntag MBA mengungkapkan, di taman laut Raja Empat yang ada di Papua misalnya, tarif yang dikenakan sebesar Rp 500 ribu untuk satu kali masuk. 
Oleh karena itu, paparnya, dalam waktu dekat bersama-sama dengan instansi terkait, bakal dilakukan pembahasan sebagai upaya untuk menaikkan tarif. “Ternyata tarif masuk ke Bunaken sangat murah sekali jika dinadingkan dengan Raja Empat. Karena itu kita harus cari cara agar tarif dapat dinaikkan,” ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi dengan Yayasan Lestari, WWF dan Balai Taman Nasional, Jumat (22/02) kemarin.
Akibat kondisi tersebut, kata Kuntag sangat berpengaruh terhadap operasional TNB sendiri, yang selama ini hasil atau pendapatannya tidak seimbang dengan pengeluaran yang sebagian besar dimanfaakan untuk pemberdayaan masyarakat. “Untuk meningkatkan pendapatan TNB, tidak dapat hanya berharap dari jumlah tarif yang diberlakukan saat ini. Apalagi, kawasan TNB ini menjangkau wilayah Minsel hingga Minut,” katanya.
Di sisi lain, Kuntag juga mengatakan bahwa menyambut iven World Ocean Conference (WOC) pada tahun 2009 mendatang, maka fasilitas TNB sudah waktunya mendapat perhatian khusus. Hal tersebut antara lain penanganan sampah. “Bukan hanya itu, penerangan listrik sudah waktunya dapat direalisasikan. Demikian juga halnya dengan pengadaan air bersih,” ujar Kuntag.(eda) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin