HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

25 Februari 2008

Paus Ditemukan Mati di Pantai Rinondoran


Seekor ikan Paus dengan panjang tubuh sekitar lima meter, ditemukan mati terkapar di pe-sisir Pantai Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur, Ka-bupaten Minahasa Utara, akhir pekan (22/02) lalu. Paus terdam-par ini dilihat pertama kalinya oleh nelayan setempat bernama Alfius Ayub (34). 
Menurut Alfius, Paus itu dilihat-nya ketika dirinya sedang berada di Bagan (tempat menjaring ikan putih/teri). Saat itu Pukul 06.00 pagi, aku Alfius. “Saat itu saya melihat ada ikan besar yang se-dang dihantam ombak di ping-giran pantai. Awalnya saya me-ngira itu adalah ikan hiu,’’ ung-kapnya. 
Alfius pun segera bergegas dengan perahu menuju lokasi ikan terdampar di pesisir. Apa-lagi jika itu memang Hiu, Alfius mengaku bisa mengambil 
siripnya yang bisa dijual de-ngan harga mahal. Namun se-sampainya di pesisir, dia ka-get karena ikan besar itu ter-nyata Paus. ‘’Saat itu saya co-ba menyentuhnya dengan kayu, namun sudah tidak bergerak karena sudah mati,’’ akunya. 
Penemuan itu kemudian dikabarkannya ke istrinya Meiske Barahama yang kemu-dian tersebar ke tetangga yang berada di sekitar lokasi. Warga masyarakat pun ber-duyun-duyun datang ke loka-si paus terdampar tersebut. Namun ikan itu tidak ditarik, dan tetap dibiarkan di pantai. 
Keesokan harinya (Sabtu), ikan Paus itu mulai hancur dan mengeluarkan bau tak sedap. Hingga kemarin (24/02), pe-rut ikan Paus itu sudah ter-burai. Tidak diketahui apa pe-nyebabnya sehingga Paus itu mati dan terdampar di situ. Pa-dahal jika dilihat dari umur-nya (dilihat dari besar badan), Paus itu belum tua amat. 
Salah satu tokoh pemuda setempat, Lexi Kereh ketika dikonfirmasi tentang kejadian ini mengatakan, penemuan ikan Paus terdampar dan mati ini sudah yang kedua kalinya. Peristiwa pertama terjadi sekitar empat tahun lalu, na-mun ukurannya lebih besar yaitu sekitar 10 meter pan-jangnya. 
Dia menduga ikan Paus yang kedua ini terdampar dan terperangkap akibat turunnya air secara mendadak pada waktu air pasang. Sementara itu, informasi yang ditelusuri koran ini lewat berbagai sumber ahli menyebutkan, banyak ikan Paus ditemukan terdampar, sudah mati sebe-lumnya di tengah laut. Sete-lah mati, mereka mengapung dan dibawa ombak ke tepian. 
Kematiannya disebabkan oleh banyak hal antara lain penyakit, kematian alamiah dan polusi. Penyakit pada Paus terutama disebabkan oleh parasit, virus atau tu-runnya sistem kekebalan tubuh akibat dari polusi, stres dan kelaparan.
Kematian alamiah terjadi pada hewan yang sudah tua, ataupun kematian induk Paus pada saat melahirkan. Anak Paus sangat tergantung pada induknya pada fase awal kehidupannya pada akhirnya kelaparan dan mati. Polusi dari bahan kimia dan limbah industri, pertanian maupun rumah tangga yang mence-mari laut juga menjadi salah satu penyebab kematian Paus.(ino/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin