HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

25 Februari 2008

Astronom: Kiamat, 7,6 Miliar Tahun Lagi


Belum ada yang mampu me-nebak kapan kiamat akan da-tang. Namun kalangan astro-nom mencoba memprediksi-nya, di mana nantinya Bumi akan terpanggang oleh mata-hari yang “sekarat’’. Menurut para astronom, kebinasaan planet Bumi tersebut, akan terjadi 7,6 miliar tahun lagi.
Kalkulasi ini dipublikasikan pada jurnal Inggris, Astro-physics. 
Robert Smith, korektor nas-kah emiritus astronomi di University of Sussex, Inggris selatan, sebelumnya memper-hitungkan bahwa ketika Ma-tahari kehabisan bahan ba-karnya, Matahari akan ber-kembang menjadi “raksasa merah” yang berbahaya.
Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti keru-puk, Bumi akan selamat dari kehancuran total, kata Smith, seperti dilaporkan AFP.
Menurut Smith, yang be-kerja dengan Dr Klaus-Peter Schroeder di Universitas Gua-najuato, Meksiko, mereng-gangnya atmosfir bagian luar Matahari menyebabkan Bumi mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah.
“Tarikan itu disebabkan oleh gas dengan kepadatan rendah ini cukup untuk mengaki-batkan Bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya di-tangkap dan dipanggang menjadi uap oleh Matahari. Sebelum peristiwa ini, kehi-dupan di Bumi akan menjadi sedikit kurang menyenang-kan.’’
Miliaran tahun dari seka-rang, saat Matahari secara perlahan mengembang, laut-an akan menguap, dengan memenuhi atmosfir dengan uap air dan memicu pema-nasan besar-besaran. Smith menguraikan secara terinci dua opsi. Keduanya seperti fiksi ilmiah, untuk menghin-dari nasib malang seperti ini.
Yang pertama memanfa-atkan dorongan gravitasi dari asteroid yang melintas untuk secara lembut menarik Bumi keluar dari zona bahaya.
Dorongan kecil setiap 6.000 tahun ini cukup bagi kehi-dupan untuk bertahan paling tidak lima miliar tahun lagi, asalkan salah perhitungan tidak menyebabkan asteroid tersebut malah menghantam Bumi dan bukannya melintas dalam jarak dekat,” katanya.
“Solusi yang aman tam-paknya adalah membangun armada “rakit kehidupan” antarplanet yang dapat mela-kukan manuver dengan sen-dirinya keluar dari jangkauan Matahari, namun cukup dekat untuk menggunakan energinya, katanya. Sulit dimengerti memang!(asp/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin