|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 Februari 2008
|
|
Sultan Siap Maju Pilpres, SBY Ragu
|
Sejumlah tokoh nasional sejak jauh-jauh hari sudah mengisyaratkan untuk berta-rung di Pilpres (Pemilihan Presiden) 2009. Nama-nama yang banyak disebut-sebut, di antaranya, Wiranto, Mega-wati, Jusuf Kalla, Gus Dur, Sutiyoso dan lainnya.
Kini sederet nama itu ber-tambah lagi dengan kehadir-an Sri Sultan Hamengkubu-wono X, yang telah menegas-kan pihaknya akan menca-lonkan dalam pemilihan pre-siden (pilpres) 2009. “Kalau bicara soal mencalonkan dan dicalonkan jadi Presiden RI pada Pilpres 2009 nanti, saya tidak mau dikatakan sebagai orang yang tidak beretika, namun kalau rakyat meng-hendaki, saya siap,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X kepada pers di Ban-dung, Sabtu (23/02).
Menurut Gubernur DIY Yog-yakarta itu, dirinya sebagai gubernur tidak mau berkom-petisi dengan atasannya, Pre-siden Susilo Bambang Yudho-yono, namun demikian diri-nya maju ke pilpres bila selu-ruh rakyat dan partai politik memintanya. Sultan HB X berpendapat kekuasaan itu jangan diperebutkan, melain-kan kekuasaan sebagai ama-nah yang harus diemban dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebagaimana yang dikehendaki rakyat.
Dikatakannya, bila dirinya dirasa pantas dan diberi ama-nah untuk memimpin bangsa ini dengan konsekuensi ada-nya perubahan yang lebih se-jahtera bagi rakyatnya, kena-pa tidak. “Kalau masyarakat dengan ikhlas meminta, saya akan laksanakan, termasuk masyarakat yang mendorong saya. Jikalau maju untuk ka-lah, untuk apa,” katanya.
Dalam kesempatan itu Sultan HB X mengaku priha-tin dengan kondisi bangsa yang belakangan ini masih carut-marut dan lebih me-mentingkan dan menonjolkan perbedaan agama, suku dan ras. “Sudah saatnya kita me-manfaatkan pluralisme se-bagai kekuatan bangsa Indo-nesia yang terbentang dari Sabang sampai Papua. Oleh karena itu, kearifan budaya lokal harus dipertahankan se-bagai bagian untuk memper-kuat keutuhan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, ketika meng-hadiri Muktamar II Persauda-raan Muslim Indonesia (Par-musi) di Hotel Mercure, akhir pekan (22/02) lalu, SBY me-minta semua pihak untuk tidak terburu memilih calon pemim-pin menjelang Pilpres 2009.
Secara pribadi, kata Yudho-yono, dirinya belum memu-tuskan untuk mencalonkan diri dalam Pemilu 2009, kare-na masih fokus untuk me-nyelesaikan pekerjaan tahun 2008-2009.
“Ini pertama kali saya harus merespons (Pilpres) 2009. Sau-dara-saudara, akan banyak pilihan pada tahun 2009 nan-ti. Jangan tergesa-gesa untuk mengatakan memilih ini atau mencalonkan ini. Baca hati dan pikiran beliau-beliau ca-lon-calon pemimpin nanti de-ngan hati dan pikiran Sau-dara apa yang akan dilaku-kan apabila calon-calon pe-mimpin nasional itu kelak me-ngemban amanah,” katanya.
Pernyataan SBY ini terlontar setelah Ketua Umum Parmusi Bachtiar Chamsyah, yang ju-ga Ketua Majelis Pertimbang-an Pusat PPP sekaligus Men-teri Sosial dalam Kabinet In-donesia Bersatu, mengatakan hasil Munas Parmusi sepakat untuk mendukung kembali duet SBY-JK pada Pilpres 2009.
“Walau organisasi (Parmusi) ini organisasi kemasyarakat-an, kadang pada situasi ter-tentu sikap-sikap politik ha-rus diperlihatkan. Oleh kare-na itu, kami akan memperte-gas lagi kala situasi politik menghangat, khususnya ma-sa tentang pemilihan-pemi-lihan nasional kami harus hati-hati. Dengan munas, pilihan kami ada pada duet SBY- JK,” katanya.(shc/zal)
|
|