|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
25 Februari 2008
|
|
Dinilai tidak ada kemajuan berarti
Kabupaten Toulour Diwacanakan Minahasa Bakal Tinggal Kenangan
|
Wacana penggabungan dan pemekaran di Kabupaten Mi-nahasa terus saja berkembang. Buktinya, saat ini para tokoh masyarakat yang mengatasnamakan dirinya dari etnis Toulour, telah menggagas pembentukan suatu kabupaten baru yaitu Kabupaten Toulour, yang terdiri dari Tondano, Eris, Kombi, Lembean Timur, Kakas dan Remboken.
“Dalam waktu dekat ini saya akan mengumpulkan seluruh tokoh adat dan tokoh masya-rakat Toulour untuk segera melakukan pembicaraan akan Kabupaten Toulour ini” kata salah satu tokoh masya-rakat etnis Toulour, Grery Ma-mengko, pekan lalu.
Menurut Mamengko, salah satu alasan bakal didirikan-nya Kabupaten Toulour ini adalah akibat tidak adanya kemajuan berarti dalam pem-bangunan di Kabupaten Mi-nahasa. Bahkan, dirinya memprediksikan kalau Mina-hasa ke depan nanti bakal ti-dak maju-maju lagi dan ke-tinggalan jaman. Hal ini, lanjutnya, diperkuat dengan alasan di mana secara kasat mata saja Tondano dari dulu sampai sekarang tidak ada perkembangan.
“Saya sangat menyayangkan akan prospek dari Kota Ton-dano ke depan. Karena pre-diksi saya bahwa ke depan nanti Ibukota Minahasa ini bakal tidak akan maju-maju. Torang ini seharusnya malu dengan kabupaten lain yang sudah sangat maju dari pada kita. Dan sangat menyakitkan lagi, anggaran pembangunan untuk Minahasa dalam APBD 2008 hanya Rp 700 juta. Un-tuk itu saya akan merapatkan barisan dalam menggagas pembentukkan Kabupaten Toulour ini. Kita lihat saja nanti,” tandas salah satu le-gislator ‘Manguni’ ini.
Secara terpisah, legislator lainnya, Glady Kandouw SE, Henky Roring SH dan Ir Adolf Mangkey mengatakan, jika pemekaran dan penggabu-ngan terjadi, maka pemkab harus berkaca kenapa hal ini sampai terjadi. Dan juga ber-arti harga diri Minahasa su-dah tidak melekat kepada ma-syarakat yang ada.
“Pemkab harusnya berpikir kenapa hal ini sampai terjadi. Berarti ada kesalahan yang harus segera dirubah ke de-pan nanti. Dan hal ini kita ha-rus menerima, karena tidak mungkin tidak ada api, na-mun asapnya ada,” kata ke-tiga legislator ini.
Sementara itu, legislator dari Fraksi Partai Golkar, Ny Erny Lumingkewas Lewu SE ter-nyata sangat mendukung akan setiap wacana pengga-bungan dan pemekaran yang ada saat ini. “Segala aspirasi pemekaran dan penggabu-ngan ke kota lainnya kalau memang dikehendaki oleh masyarakat dan murni aspi-rasi rakyat, itu sah-sah saja. Asalkan tidak ada unsur po-litis lainnya. Namun, yang ter-penting itu semua harus me-lalui mekanisme dan juga hu-kum yang jelas,” ujar Luming-kewas.(tr-01)
|
|