CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Minahasa Selatan 

25 Februari 2008

Petani mulai kewalahan Harga Jagung Minsel Anjlok

 

 IKUTI BERITA LAIN

Beringin Minsel Butuh Pembaruan Kepemimpinan
Tak pernah dikunjungi pejabat propinsi
Warga Toyopon Terharu Dikunjungi SHS
Persiapkan Amurang jadi kota Adipura 2009
Lurah-Kumtua dan PKK di Amurang ‘Berguru’ ke Bitung

Meski program revitalisasi pertanian khususnya pada tanaman jagung di Kabupaten Minsel dinilai berhasil, namun itu tak mendatangkan sukacita bagi para petani. Apa pasal? Petani jagung Minsel saat ini dalam kondisi harap-harap cemas dikarenakan harga jagung saat ini mulai anjlok. Bila sebelumnya per kilogramnya dijual Rp 2.400, kini tinggal berkisar Rp 1.600 per kilogram.

Penuturan salah satu petani Minsel, Danny Tarek, anjok-nya harga jagung membuat re-kan-rekannya sesama petani jagung mulai kewalahan. “Ka-mi para petani jagung makin resah setelah harga pasaran jagung turun drastis,” ujar-nya. Sebab jika dihitung rinci-an pengelolaan lahan pertani-an untuk penanaman jagung hingga panen tidak sesuai lagi dengan harga yang ada saat ini. Apalagi biaya sewa traktor sangat mahal. Hal senada di-katakan Steve Mokalu, petani asal Motoling. Menurutnya an-jloknya harga jagung harus menjadi perhatian Pemkab Minsel dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan. “Kami meminta pemerintah dapat membantu untuk men-dongkrak harga jagung ke ki-saran normal. Masakan sema-kin hari semakin terpuruk,” ujarnya. 
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian Minsel, Ir Wangke Karundeng mengata-kan, kondisi harga saat ini ha-ri per hari memang berubah-ubah (fluktuasi,red). Ini se-mua dipicu hukum pasar yang berlaku di mana dengan ada-nya produksi berlimpah, oto-matis harga turun dan demiki-an sebaliknya. “Pokoknya Pemkab Minsel tetap komit-men untuk memperhatikan nasib para petani. Harga ja-gung saat ini dirasakan cukup bagus, asalkan tidak turun jauh hingga di bawah Rp 1.500 perkilogram,” jelas Ka-rundeng.(pen) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin