|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
25 Februari 2008
|
|
Petani mulai kewalahan
Harga Jagung Minsel Anjlok
|
Meski program revitalisasi pertanian khususnya pada tanaman jagung di Kabupaten Minsel dinilai berhasil, namun itu tak mendatangkan sukacita bagi para petani. Apa pasal? Petani jagung Minsel saat ini dalam kondisi harap-harap cemas dikarenakan harga jagung saat ini mulai anjlok. Bila sebelumnya per kilogramnya dijual Rp 2.400, kini tinggal berkisar Rp 1.600 per kilogram.
Penuturan salah satu petani Minsel, Danny Tarek, anjok-nya harga jagung membuat re-kan-rekannya sesama petani jagung mulai kewalahan. “Ka-mi para petani jagung makin resah setelah harga pasaran jagung turun drastis,” ujar-nya. Sebab jika dihitung rinci-an pengelolaan lahan pertani-an untuk penanaman jagung hingga panen tidak sesuai lagi dengan harga yang ada saat ini. Apalagi biaya sewa traktor sangat mahal. Hal senada di-katakan Steve Mokalu, petani asal Motoling. Menurutnya an-jloknya harga jagung harus menjadi perhatian Pemkab Minsel dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan. “Kami meminta pemerintah dapat membantu untuk men-dongkrak harga jagung ke ki-saran normal. Masakan sema-kin hari semakin terpuruk,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian Minsel, Ir Wangke Karundeng mengata-kan, kondisi harga saat ini ha-ri per hari memang berubah-ubah (fluktuasi,red). Ini se-mua dipicu hukum pasar yang berlaku di mana dengan ada-nya produksi berlimpah, oto-matis harga turun dan demiki-an sebaliknya. “Pokoknya Pemkab Minsel tetap komit-men untuk memperhatikan nasib para petani. Harga ja-gung saat ini dirasakan cukup bagus, asalkan tidak turun jauh hingga di bawah Rp 1.500 perkilogram,” jelas Ka-rundeng.(pen)
|
|