|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
26 Februari 2008
|
|
Kenaikan Gaji PNS
Bebas Pemangkasan
|
Upaya penghematan besar-besaran lewat pemotongan anggaran 15 persen per de-partemen, dijamin tidak berimbas pada kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri. Jaminan ini dipertegas Menteri Ke-uangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan DPR di ruang rapat Komisi I, Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (25/02).
Menkeu menjelaskan, dalam menyusun anggaran, peme-rintah mengalokasikan ang-garan ke dalam dua bagian besar, yaitu anggaran meng-ikat dan tidak mengikat. Ang-garan mengikat itu, dibagi lagi menjadi dua bagian yakni belanja barang dan modal.
“Nah, gaji itu termasuk da-lam anggaran mengikat dan kami telah memutuskan un-tuk tidak memotong anggaran mengikat tersebut. Saya mem-berikan jaminan bahwa ang-garan yang mengikat tidak akan kami potong. Kami tidak akan membabi buta,” ujarnya.
Menurut Menkeu, dana yang akan terkena potongan 15 persen itu merupakan dana yang berada di alokasi ang-garan tidak mengikat, setelah dilakukan suatu review terle-bih dulu. Selain itu, sam-bungnya, pemerintah juga tidak akan memotong dana di departemen yang telah dite-tapkan oleh konstitusi.
“Meski bias, kami tidak akan memotong anggaran di Dep-diknas, karena konstitusi mewajibkan alokasi sebesar 20 persen,” tambahnya. Dari Manado, Sekprop Sulut, Drs Robby Mamuaja membenar-kan bahwa kenaikan gaji PNS untuk 2008 ini tidak akan dipangkas.
“Penghematan hanya diber-lakukan pada pos-pos terten-tu saja seperti alat tulis me-nulis dan perjalanan dinas yang tentunya tidak akan diterapkan pada pos anggar-an rutin, dalam hal ini gaji PNS. Dan kalau pun juknis dari Depkeu belum juga turun, hal ini tidak akan mempengaruhi pos anggaran yang sudah ada,” ungkap Mamuaja, kemarin.
Dikatakan Mamuaja, untuk Pemprop Sulut sendiri terkait dengan kenaikan gaji PNS se-besar 20 persen, telah diper-siapkan sejak jauh-jauh hari, di mana total dananya men-capai Rp 20 miliar. Anggaran tersebut sudah siap disalur-kan sesuai dengan perun-tukannya. “Dana sudah ada, jadi ketika sewaktu-waktu juknis turun, maka gaji tinggal kita bayarkan saja,” ujarnya.
Sementara itu menyangkut penghematan yang diterap-kan sejak awal tahun 2008 ini, dinilai Mamuaja meru-pakan penghematan yang terencana, sehingga tidak me-nimbulkan ekses atau dam-pak buruk. Dengan demikian, pos-pos yang akan dihemat telah diperhitungkan secara matang.
“Penghematan ini berbeda dengan yang diterapkan pada pertengahan tahun anggaran 2007. Sebab, sejak awal su-dah disampaikan ke daerah berikut dengan petunjuk pos-pos mana yang akan dipang-kas. Dengan demikian peng-hematan yang kita lakukan jauh lebih terencana,” tu-kasnya.(zal/rmc/eda)
|
|