|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
26 Februari 2008
|
|
Berbahan Bakar Minyak
Kelapa, Boeing 747 Mengudara
|
Pesawat jumbo jet Boeing 747, milik Maskapai Virgin Atlantic, Minggu (24/02) lalu, melakukan penerbangan ber-sejarah. Pesawat tersebut mampu terbang dari London menuju Amsterdam dengan menggunakan bahan bakar campuran minyak kelapa.
Dalam uji coba penerbangan itu, salah satu tanki bahan ba-kar pesawat diisi dengan cam-puran biofuel yang terdiri dari minyak kelapa dan minyak ba-basu. Menurut pihak Virgin Atlantic, campuran biofuel men-capai jumlah 25 persen dari total konsumsi bahan bakar, yang komposisinya 20 persen biofuel dan 80 persen avtur.
Presiden Virgin Atlantic, Sir
Richard Branson menggam-barkan ini satu langkah maju dalam perang melawan pema-nasan global. “Saya rasa satu-satunya cara dunia pada akhirnya bisa diselamatkan dari pemanasan global adalah dengan terobosan teknologi,” kata Branson di hanggar Bandara Heathrow sebelum pesawat take-off.
Ditambahkan Branson, pohon yang berasal dari Brasil dan kelapa tidak akan ber-saing dengan sumber makan-an pokok, serta berasal dari perkebunan yang sudah ada. Kedua produk itu umumnya dipergunakan sebagai bahan kosmetika dan produk kertas rumah tangga. “Yang kami la-kukan adalah menerbangkan salah satu pesawat 747 kami dengan campuran bahan bakar bio dan ini mungkin bukan penyelesaian menyelu-ruh, tapi langkah besar ke arah yang tepat,” katanya.
Namun para aktivis lingku-ngan Friends of the Earth me-ngatakan, bahan bakar tadi tidak sustainable dalam jangka panjang. Mereka mengatakan dampak buruk mengubah lahan untuk menghasilkan tanaman ini jauh lebih besar dari pada manfaatnya. Mereka yakin membuka lahan untuk ta-naman bioethanol akan menyebabkan penggundulan hutan dan lahan untuk ta-naman pangan menciut.
Seperti diketahui, bisnis raksasa Branson yang terga-bung dalam Virgin Group, meliputi bisnis penerbangan, kereta api, minuman, hotel dan hiburan. Ia telah ber-komitmen utnuk mengguna-kan keuntungan bisnis pesa-wat dan kereta api untuk me-merangi pemanasan global dengan mengurangi emisi karbon. Tahun lalu saja, pi-hak Virgin mulai memanfaat-kan 20 persen biodiesel se-bagai BBM kereta api mereka. BBM tersebut merupakan campuran minyak kedelai AS dan minyak kelapa sawit dari Asia.(rtr/art)
|
|