|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
26 Februari 2008
|
|
|
Buntut Limbah Minyak
Kelapa
Ratusan Ekor Ikan di Selat Lembeh Mati
|
Pencemaran Selet Lembeh sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Pasalnya pencemaran dari limbah minyak kelapa yang diduga sengaja dibuang oleh salah satu perusahaan minyak kelapa yang ada di Bitung, sudah terbukti menimbulkan kerugian terutama matinya ratusan ekor ikan yang ada di selat tersebut, yakni ikan-ikan yang berada dalam karamba warga di kelurahan Paudean, kecamatan Lembeh Selatan pada batu-batu di pinggir di tepi pantai.
Informasi yang diperoleh kemarin (25/02), kondisi air laut di wilayah kelurahan tersebut, kini telah bercampur dengan zat berwarna keputihan mengkilap yang diduga kuat merupakan limbah minyak kelapa yang telah rusak dan diduga sengaja dibuang di tempat itu.
Lurah Paudean Hendrik Sologia saat dihubungi wartawan, Senin (25/02) kemarin, mengakui dampak buruk akibat dari limbah itu. Diakuinya, pihaknya telah menemukan ikan-ikan yang telah mati di pinggir pantai pada wilayahnya. Begitu pun dengan laut yang tercemar diakuinya karena ada semacam zat berminyak yang memenuhi air laut di wilayah itu. “Iya kami juga sudah menemukan ada cukup banyak ikan yang sudah mati dan terdampar di pinggir pantai,” ungkap Sologia.
Malah, digambarkannya keadaan air laut yang sebelumnya cukup bersih dan jernih, tetapi sejak beberapa waktu belakangan ini airnya berubah kehitaman dilapisi zat berwarna putih mengkilap. “Mungkin ini minyak yang terbuang ke laut, tetapi kami sendiri belum tahu asal muasal dari limbah minyak itu,” jelasnya, seraya menambahkan kondisi air laut di Selat Lembeh di wilayahnya yang sudah tercemar itu telah dilaporkan kepada Camat Lembe Selatan.
“Sebagai pemerintah kelurahan saya senantiasa mengjak dan menghimbau kepada warga agar ikut mendukung program Hidup Sehat Ramah Lingkungan (HSRL). Apalagi yang kami tahu visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota antara lain menjadikan Bitung sebagai kota maritim dan bahari. Karena itu kami siap menjaga dan mendukung program ini,” terangnya.
Sementara Asisten II Pemkot Bitung, Salma Hasyim Spd dikonfirmasi di tempat terpisah, membenarkan telah terjadi pencemaran di Selat Lembeh. Bahkan menurut Hasyim, Walikota Bitung sudah mengintruksikan agar wilayah Selat Lembeh yang tercemar limbah minyak kelapa itu agar segera dibersihkan. “Dalam waktu dekat ini akan ada tim bekerjasama dengan pihak pelabuhan yang akan melakukan pembersihan sekaligus menelusuri penyebab dan asal muasal limbah minyak itu,” ujarnya seraya menyambung pihaknya sampai saat ini menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Badan Pengendalian dan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Bitung.(oan)
|
|