|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
26 Februari 2008
|
|
Asisten
III : Cuma 6 pejabat gunakan SPPD
SPPD Sinergitas Sejumlah Pejabat Sedot Puluhan
Juta
|
Keberangkatan sejumlah pejabat ke Jakarta untuk urusan dinas dan juga menghadiri persidangan Bupati Minut Vonnie Panambunan nampaknya terus disoal. Pasalnya informasi yang dikantongi wartawan, sejumlah pejabat mendapat dana dari Surat Perintah Perjalanan Dinas plus disinergikan menghadiri sidang (SPPD Sinergitas) akumulasi nominalnya mencapai puluhan juta.
Sebelumnya Ketua Gebrak William Luntungan dan Jubir KRMU Noris Tirayoh meminta agar SPPD tersebut dipertanggungjawabkan. Asisten III Setdakab, Drs Herman Sompie, ketika dikonfirmasi, Senin (25/02) kemarin, tak menampik keberangkatan para pejabat itu menggunakan SPPD. Hanya saja dia mengakui, khusus dirinya ke Jakarta karena bermaksud berkoordinasi dengan bupati terkait lahan BLK (Balai Latihan Kerja). “Saya memang pake SPPD, karena ada rapat dengan bupati soal lahan BLK,” tandas Sompie.
Diutarakannya, pejabat eksekutif yang menghadiri sidang bupati setahunya hanya enam orang. Mereka masing-masing, Sekkab (Dra Dientje Tombokan), Asisten I (Drs Ruddy Umboh), Asisten II (Ir Willy Kumentas) dan Asisten III saya sendiri, serta Kabag Sosial Dra Mieke Tumbol dan Kabag Humas dan Protokoler Jane Mendur. “Dari pejabat hanya kami beenam. Jika dikatkan banyak pejabat kami tidak tahu itu,” jelas Simpie. Hal yang sama sempat diutarakan Kabag Humas dan Protokoler Jane Mendur. Menurutnya, pejabat yang menghadiri sidang hanya enam orang. Mereka semua karena terkait urusan dinas. “Jadi penggunaan SPPD hanya karena urusan dinas. Enam pejabat ini ke Jakarta karena urusan dinas,” tutur Mendur. Sementara itu, bocoran yang diperoleh di Pemkab Minut, SPPD enam pejabat ini ke Jakarta menghabiskan sekitar Rp 30 juta. Masing-masing pejabat diperkirakan mendapat jatah Rp 5 juta, untuk tiket pesawat PP dan biaya penginapan selama tiga hari.(irv)
|
|