HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Bolaang Mongondow

27 Februari 2008

Stiker Kandidat Ganggu Keindahan Pusat Kota


Ini warning kepada para figur yang hendak maju di Pilwako terkait penempelan stiker di tempat umum. Jangan sampai timbul opini negatif, baru men-calonkan diri saja, sudah tega merusak keindahan Kota Kota-mobagu (KK). Bagaimana kalau jadi walikota sebentar, mungkin setiap dinding akan ditempeli stikernya?
Betapa tidak, meskipun ulah penempelan stiker yang semba-rangan bukan dilakukan oleh yang bersangkutan tetapi hanya orang-orangnya saja, namun dari pantauan harian ini selang se-bulan terakhir, perbuatan tersebut telah berkontribusi besar dalam merusak pemandangan di pusat kota. Selain itu dapat menim-bulkan kesan, wajah KK justru jadi jorok ketika menajdi daerah otonomi sendiri.
Lihat saja di Pos Parkir yang ada di ruas Jalan Ahmad Yani, dekat bundaran Paris. Dinding yang sebelumnya bersih dan te-rawat baik, kini berubah menjadi warna-warni akibat penempelan stiker yang sembarangan. Me-mang awalnya hanya satu dua stiker saja yang ada di sana, tapi ketika persaingan muncul serta tak adanya larangan tegas dari pemerintah kota, stiker kandidat lain pun bermunculan dan saling menutupi satu sama lain.
“Semua nama pada stiker itu diakomodir dalam bursa bakal calon dari Partai Golkar. Sayang sekali, kalau saja survei DPP nanti hanya melihat dari banyaknya stiker dari balon yang bertaburan tak teratur di pusat kota,” gerutu Amat, seorang warga Kotamobagu Selatan.
Tren menempelkan stiker yang sembarangan terlihat juga di tempat-tempat umum, seperti di pagar taman kota, kompleks pertokoan dan di sekitar lapangan Kotamobagu. Bahkan tiang listrik, telepon dan pohon kayu yang ada di dekat jalan raya, turut ditempeli berbagai stiker. Sayang sekali, meski ulah seperti itu sudah jelas-jelas merusak wajah pusat kota, namun terkesan pemkot tak punya nyali untuk menertibkan-nya. Meskipun sudah banyak so-rotan dan desakan dari berbagai pihak. “Selain dibutuhkan kete-gasan dari Pemkot KK, juga ha-rus ada kesadaran dari tim sukses para kandidat agar tidak sembarangan menempelkan stiker ‘idolanya’ di tempat-tempat umum. Sebab bisa jadi ulah se-perti itu bukannya menambah po-pularitas, tapi menurunkan pamor yang diidolakan,” kata Salim Landjar.(tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin