HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

27 Februari 2008

Lobi Gagal, RUU Pemilu Molor 


Lobi isu-isu krusial dalam draf RUU Pemilu tadi malam, kembali gagal mencari titik temu. Akibatnya, forum lintas partai itu meminta Ketua DPR Agung Laksono menunda ra-pat paripurna RUU Pemilu di-
tunda sampai Kamis 28 Fe-bruari 2008. “Atas kesepakatan semua fraksi, meminta pada saya yang punya kewenangan menentukan jadwal persi-dangan untuk menunda hari Kamis,” ujar Ketua DPR Agung Laksono usai acara lobi yang gagal itu, di Hotel Santika, Jalan KS Tubun, Jakarta, Selasa (26/02) dini hari.
Perdebatan yang berlangsung sejak pukul 21.00 WIB itu sa-ngat alot. Masing-masing fraksi belum ada titik temu pada isu-isu krusial seperti penghi-tungan sisa suara, alokasi kur-si tiap daerah pemilihan, pe-nentuan calon terpilih dan elec-toral threshold atau parlia-mentary threshold.
Agung menyatakan, penun-daan ini untuk mencari for-mula yang lebih detail dan ba-gus, serta menghindari voting. “Masalah-masalah yang di-bahas Masih belum dianggap selesai,” tambah Agung. Untuk itu, menjelang tanggal 28 itu, forum lobi akan terus berlanjut. “Dua hari akan kita isi dengan mempertemukan pimpinan fraksi. Syukur-syukur kalau ada msuyawarah mufakat. Akan terus kita lobi karena ar-gumentasi sudah tidak mung-kin,” ujar Ketua Pansus RUU Pemilu Ferry Mursyidan Baldan. 
Di sisi lain, Pemerintah me-rasa prihatin dengan kembali tertundanya pembahasan paket RUU Pemilu oleh DPR. Besar harapan batas waktu pengesahannya pada 28 Februari 2008 bisa ditepati. Demikian kata Menkum HAM Andi Matalatta. “Tentu kita prihatin. Mudah-mudahan target waktu 28 Februari bisa tercapai,” ujar dia.
Menurut dia, sejak awal se-mua kalangan masyarakat ber-harap agar proses di DPR cepat selesai. Sehingga cukup waktu bagi KPU mempersiapkan tek-nis pelaksanaan Pemilu 2009 yang lebih baik dan transparan dibanding 2004.
Meski demikian, Matalatta mengaku tidak terlalu khawatir dengan kian mendekatnya jadwal Pemilu 2009. Berdasar pengalaman sejarah, pemilu bisa saja dilaksanakan dengan masa persiapan hanya 3 bulan.
“Tahun 1999, Presiden Habi-bie persiapkan pemilu hanya 3 bulan. Sedangkan ini masih ada setahun lagi. Toh KPU sudah bisa mulai bikin persiapan, kan banyak yang sudah disepakati di sana,” imbuh dia.(dtc) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin